Hidup-mati Kukang Sumatera di Jaringan Listrik Air Naningan

Gardaanimalia.com - Malam merayap pelan di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Cahaya redup terangi desa itu. Sunyi. Berbekal dua headlamp dan rasa keingintahuan, kami bergerak mengelilingi desa untuk temukan kukang sumatera (Nycticebus coucang) yang ada di sana.
Kala itu pukul 21.09 WIB. Kami berjalan kaki menuju sebuah kebun untuk melihat bagaimana pedesaan di Air Naningan masih menjadi habitat bagi seekor kukang.
Seperti pedesaan pada umumnya; ada sekolah, pasar, balai kecamatan, dan perkebunan. Lalu lalang suara motor berknalpot bising pun lumrah dijumpai. Rumah-rumahnya berjarak dengan halaman yang luas. Beberapa temboknya tampak rapuh, tetapi asri, dingin dan nyaman ditinggali.
Tak lama perjumpaan pertama kami tiba. Di pinggir jalan, kami temukan seekor kukang yang sedang memanjat ke atas pohon.
Ia bergerak lambat–seperti namanya, slow lories–tetapi setelah mengetahui keberadaan kami, ia bergegas naik. Bola matanya yang besar mengintip di balik dedaunan, lalu menghilang di antara kegelapan.
Kami pun bergerak perlahan lagi. Headlamp kami menyoroti pohon dan tampak jelas binar mata dari kukang yang lain. Beberapa diam di pohon, beberapa lainnya berpindah dari satu pohon ke pohon lain melalui kabel listrik.
Menemukan kukang di kebun atau hutan tidaklah mengejutkan. Air Naningan menjadi cukup unik sebab kami juga cukup mudah menemukan kukang di pohon-pohon sekitar rumah warga.
Kami sempat berjumpa dengan dua kukang dalam satu pohon di depan rumah warga yang tengah berinteraksi. Ada pula kukang yang sedang beraktivitas di area jaringan listrik.
Menurut pengantar perjalanan kami dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Bobby Muhidin, kabel listrik yang berada di tiang desa ini relatif aman.
“Di sekitar sini masih terbilang aman, yang sering terjadi [kukang tersengat listrik] justru di kota,” kata Bobby menjelaskan.
Menurut Bobby, PLN telah mengaplikasikan alat-alat yang meminimalisir kukang bisa menyentuh bagian-bagian bertegangan listrik.
“Karena yang berbahaya itu (jika) kukang bisa menyentuh langsung tegangan listrik. Bukan seberapa besar tegangannya. Keduanya sama bahaya jika dipegang langsung,” kata dia.
Dalam laporan Konsentris, keberadaan kukang sumatera semakin terancam karena mereka kerap berada di jaringan listrik.
Pada 2019 silam, tercatat unit PLN di Tanggamus, Metro dan Lampung Timur mengamankan 262 ekor kukang yang berada di area jaringan listrik.
Keberadaan kukang di jaringan listrik juga disebabkan banyak faktor. Ade Irma Suryani (2024) dalam jurnalnya mengatakan bahwa sumber pakan yang melimpah, ketersediaan habitat dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan urban mempengaruhi kehadiran kukang di jaringan listrik.
Dalam perjalanan selama satu jam, kami bertemu sekitar sepuluh ekor kukang. Perjumpaan yang cukup banyak, karena menurut Bobby, sepuluh ekor kukang biasanya baru bisa diamati dalam satu malam penuh.
Bulan semakin terang dan bergerak ke puncak. Angin dingin menusuk dan menghujam lapisan kain yang kami kenakan. Gelap semakin pekat dan suara-suara aktivitas manusia semakin sedikit.
Kami pun pulang berbekal dokumentasi kukang yang kami temukan di sepanjang perjalanan.
Menggantungkan Hidup di Kabel-Kabel Listrik
Pada Kamis, 7 November 2024, sebuah diskusi bertajuk “Listrik Handal, Satwa Hidup Nyaman” dihelat di La Oma Coffee Eatery, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan dihadiri oleh PLN, BKSDA Bengkulu SKW III Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran Lampung, aparatur desa, peneliti dan mahasiswa.
Koordinator Research Biodiversity YIARI Lampung Aris Subagio menjelaskan bahwa pada dasarnya satwa yang nokturnal dan sensitif terhadap cahaya ini lumrah ditemukan di jaringan listrik.
Hewan nokturnal itu sering terlihat berkeliaran di area tersebut, diduga disebabkan oleh banyaknya ketersediaan makanan.
Sebagai informasi, dusun-dusun di Air Naningan terkenal sebagai daerah penghasil pisang, serta memiliki perkebunan yang didominasi oleh kopi, coklat, buah naga, mangga, dan alpukat. Kopi dan cokelat diketahui memang merupakan dua dari beberapa jenis pohon makan kukang (Rahmawati, 2023).
Desa ini juga berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung yang merupakan habitat alami kukang.
“Sebab ia adalah habitat kukang, juga ternyata banyak ditemukan pakan potensial di sekitar jaringan listrik,” jelasnya.
Selain pakan potensial, terdapat pohon-pohon yang dapat dijadikan pohon tidur bagi kukang sumatera di sekitar jaringan listrik di Air Naningan. Dan kabel-kabel itu menjadi jembatan bagi kukang untuk berpindah dari pohon tidur tempat ia beristirahat menuju pohon makan.
Kabel-kabel ini, menurut Aris, menjadi alternatif dan memudahkan kukang untuk berpindah menuju kebun atau sumber pakan.
Sedangkan secara perilaku harian, pada dasarnya 40 persen yang dilakukan oleh kukang adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Maka, tak heran kukang sumatera dapat ditemukan di sekitar jaringan listrik Desa Air Naningan.
Tentunya, jaringan ini akan membahayangan kukang jika ia masuk ke jaringan bertegangan listrik tinggi dan mematikan.
Betapa tidak, berdasarkan data PLN yang dihimpun Konsentris, terdapat 1.628 kasus gangguan listrik yang disebabkan oleh kukang di Provinsi Lampung pada tahun2020.
Sedangkan dalam data terbaru oleh peneliti yang dihimpun YIARI, ada sekitar 364 temuan kukang sumatera yang berada di sekitar jaringan listrik Desa Air Naningan sejak 2022 sampai 2024.
Hal ini menjadi tantangan yang berat bagi kelestarian kukang sumatera melawan kepunahan. Sebab dalam IUCN Red List, Nycticebus coucang termasuk satwa yang terancam atau endangered.
Dihalangi, Kukang Sumatera Beradaptasi
Pada perjalanan malam berjumpa dengan kukang itu, kami berjalan santai menuju kamp tempat menginap. Dua kukang kami temukan di pohon warga, satu di kantor kecamatan, dan dua lainnya berjalan di antara dua kabel listrik.
Tak ada caping atau alat mitigasi untuk halangi satwa di tiang itu. Konon selain karena arusnya tidak mematikan, tidak ada kasus kematian di tiang kabel pelanggan tersebut.
Pemasangan alat mitigasi kukang pada jaringan listrik biasanya dilakukan apabila jaringan listrik tersebut memiliki riwayat insiden, seperti kecelakaan yang mengakibatkan luka atau korban jiwa.
Rahmat, seorang petugas pembersih jaringan listrik di Air Naningan mengaku sering menemui beberapa kukang yang berkeliaran di sekitar jaringan PLN ULP Talang Padang.
Biasanya, kukang ia temukan di trafo dan penyulang jaringan distribusi listrik tegangan menengah (JTM) dengan tegangan 20 kVa atau setara dengan 20.000 volt.
“Sepanjang tahun selalu ada kukang yang tersengat listrik. Jumlahnya mencapai puluhan ekor,” kata Rahmat kepada Konsentris.
Beberapa inovasi alat mitigasi yang dipergunakan oleh PLN untuk menghalau kukang antara lain caping dan serabut.
Caping merupakan alat penghalau untuk menekan intensitas kukang ke bagian berbahaya melalui bidang berdiameter besar. Sedangkan serabut menghalangi agar kukang tidak bisa naik ke tiang.
Selain itu ada juga alat kejut binatang atau kentang. Cara kerja alat ini menggunakan listrik tegangan rendah agar satwa ini enggan melewati area listrik jika menyentuhnya.
Ia berbentuk silinder dua kutub, bertegangan 11 volt dan 220 volt. Jika mengenai kukang, diharapkan satwa akan merasa kesemutan, menghindari alat dan menjauh.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Elpi (2023), alat mitigasi seperti caping dan serabut masih perlu dievaluasi lebih jauh. Menurutnya, caping pada tiang akan efektif jika jarak caping dan kabel melebihi panjang tubuh kukang.
Hal tersebut diamini oleh Aris. Ia berpendapat bahwa alat-alat tersebut cukup efektif di awal, tetapi dari pengamatan di lapangan, kukang dapat belajar dan beradaptasi terhadap rintangan tersebut.
“Ilustrasinya kami tarik garis merah dari kebun, kemudian ke atap rumah, kabel pelanggan, tiang, kabel listrik fusi, kabel umum dan kemudian antar pohon. Dalam rekaman kami, aksesnya dilalui kukang, serabut pun dilewati begitu saja,” jelasnya.

Perlu adanya inovasi alat mitigasi yang lebih efektif agar kukang aman meski beraktivitas di sekitar jaringan listrik.
Karena jaringan listrik laiknya ‘jalan tol’ bagi kukang untuk berpindah tempat mencari makan dan berpindah ke pohon tidur.
Manajer Resiliansi Habitat YIARI Aris Hidayat menambahkan bahwa dengan adanya jaringan tersebut, efektivitas kukang untuk berpindah tempat semakin tinggi.
“Jaringan listrik seperti jalan tol bagi kukang. Efektif dan efisien untuk berpindah tempat. Tegangan listrik di kota maupun di desa sepertinya sama saja, sama-sama mematikan bila tidak aman,” jelasnya kepada Garda Animalia kala dihubungi melalui surat elektronik.
Menanggapi hal tersebut, Asisten Manajer Bagian Jaringan dan Konstruksi PLN UP3 Pringsewu, Lungguk Sibuea, mengakui bahwa adanya adaptasi yang dilakukan kukang sumatera dan alat mitigasi yang ada belum maksimal.
“Kukang itu tidak seperti manusia. Jika manusia kan, sekali dua kali gagal, menyerah. Nah, ini hewan unik karena dia bakal mencari cara dan tidak menyerah,” kata dia.
Meski begitu, Lungguk menjelaskan bahwa pada dasarnya di tahun ini telah ada penambahan alat mitigasi kukang di jaringan listrik.
Misalnya, kini PLN UP3 Pringsewu telah menambah alat seperti caping rotari dan apkup jaring yang terbaru. Ada juga penambahan kabel trafo dan arrester yang diharapkan semakin efektif dalam menghalau kukang ke titik-titik berbahaya.
PLN UP3 Pringsewu sendiri mencakup lima wilayah termasuk, antara lain ULP Talang Padang, ULP Kalirejo, ULP Pringsewu, ULP Kota Agung dan ULP Liwa.
Menurut Lungguk, 85 persen alat mitigasi sudah terpasang di ULP Talang Padang, dan ini berimbas pada turunnya kasus pemadaman listrik yang disebabkan satwa.
Hal ini terlihat dari kasus pemadaman akibat satwa sejumlah 390 pada Mei, lalu turun menjadi 248 pada Juni, 187 pada Juli, 186 pada Agustus, dan 170 pada September.
“Di titik-titik rawan kukang, pada tiga tahun lalu bisa (terjadi pemadaman) sampai empat dan lima kali dalam sehari. Kalo sekarang, dalam satu hari pun belum tentu ada gangguan (pemadaman yang disebabkan kukang),” kata Lungguk.
Dalam data PLN per tahun 2024, Lungguk berkata, penurunan itu ada di angka 54 persen gangguan pemadaman yang diakibatkan oleh satwa, dari tahun sebelumnya mencapai 80 persen.
Satwa yang terlibat dalam gangguan tersebut sebagian besar adalah kukang sumatera, yang mencatatkan 77 persen dari total kasus, diikuti tupai dengan 11 persen, ular 5 persen, burung 4 persen, monyet 1 persen, dan 2 persen satwa lainnya.
Di UP3 Pringsewu, tercatat ada 1.200 kasus gangguan yang disebabkan oleh kukang, dengan kasus terbanyak di Kecamatan Talang Padang, yang menaungi Dusun Air Naningan dengan 231 kasus.
Menurutnya, mitigasi tersebut dilakukan berdasarkan simulasi dari kasus-kasus padam listrik yang disebabkan oleh satwa.
“Berawal dari kasus di lapangan. Kami lihat bagaimana kebiasaan kukang itu, kami coba buat seperti caping rotari, apkup. Bukan hanya serta merta keandalan listrik, tetapi agar alat-alat ini juga aman baik bagi PLN, masyarakat dan hewan seperti kukang,” kata Lungguk.
Ia berharap adanya diskusi ini menjadi pemantik konstruktif yang dapat membangun kesadaran di antara pemerintah, NGO, perusahaan dan masyarakat.
Nantinya, sosialisasi ini dapat terekam lewat daring atau saluran publik yang dapat diakses masyarakat secara mudah. “Harapannya jangan berhenti sampai sini,” kata dia.

BKSDA Kalteng Selamatkan Dua Orangutan dalam Dua Hari

Ribuan Kupu-Kupu Awetan yang Hendak Diseludupkan ke Cina Akhirnya Dimusnahkan

Melacak Pusaran Perdagangan Ilegal Kura-Kura Moncong Babi Papua

Indra Kembali ke Habitat Usai Dievakuasi di Aceh Timur

Seekor Kucing Kuwuk Ditemukan di Kandang Ayam di Kabupaten Agam

Primata Berbisa Dievakuasi dari Permukiman di Kabupaten Kuningan

Hidup-mati Kukang Sumatera di Jaringan Listrik Air Naningan

Jejak Harimau Ditemukan di Mukomuko, BKSDA Siagakan Box Trap

BKSDA akan Lepas Liarkan Buaya yang Dititipkan di Cimory

Empat Ekor Kakatua dari Seram Gagal Dibawa menuju Pulau Ambon

Elang hingga Landak Jawa Dilepasliarkan di Pegunungan Sanggabuana

Harapan Baru, Gajah Septi Lahirkan Anak dalam Kondisi Sehat

Sebanyak 982 Ekor Burung Diselundupkan di Sasis Truk di Bakauheni

Setahun Berjalan, Hasil Survei Macan Tutul Jawa Diumumkan ke Publik

Harimau yang Masuk Kandang Jebak di Lampung akan Direlokasi

Belum Memenuhi Syarat LK, Kebun Binatang Serahkan Satwa Dilindungi ke BKSDA

Payang, Bayi Orangutan yang Diselamatkan dari Kejaran Anjing

Orangutan Viral di Kawasan Tambang Akhirnya Dievakuasi

Beruang Madu di Perkebunan, BKSDA: Itu Habitatnya

Konflik Gajah di Aceh Barat Terulang, Perubahan Habitat Menyulitkan Penghalauan
