Kawanan Gajah Meninggalkan Hutan dan Masuk Perkampungan Warga

  • Share
Sekawanan gajah liar masuk ke perkampungan dan mengakibatkan beberapa pohon rusak. | Foto: Tribun Medan
Sekawanan gajah liar masuk ke perkampungan dan mengakibatkan beberapa pohon rusak. | Foto: Tribun Medan

Gardaanimalia.com – Sekawanan gajah meninggalkan area hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan masuk ke permukiman warga di Enclave Sapo Padang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Berdasarkan dari jejak kaki hingga kotoran yang ditinggalkan, diperkirakan satwa langka tersebut sudah berada di sekitar lokasi perkampungan sejak 3 minggu yang lalu.

“Ketika di lokasi, tim gabungan menemukan ada aktivitas atau kegiatan gajah. Mulai dari jejak kaki hingga kotoran gajah yang ditaksir sudah sekitar 2 sampai 3 minggu berada di lokasi,” ujar Palber Turnip, Kepala Seksi TNGL Wilayah V Bahorok, Rabu (12/1) dilansir dari Tribunmedan.

Tim gabungan yang terdiri dari BBTNGL Wilayah V Bahorok, BBKSDA Sumut, Koramil Bahorok, Kepala Desa Bahorok, Kepala Dusun, Mitra WCS, YSHL, dan KMPA Batu Katak pun langsung turun setelah mendapatkan laporan dari warga.

Ketika sampai di lokasi, tim yang berjumlah 18 orang tersebut segera melakukan penghalauan untuk menggiring satwa liar endemik Pulau Sumatera itu agar kembali ke dalam hutan.

Bersumber dari temuan di lapangan, Palber Turnip menduga bahwa satwa dilindungi yang masuk perkampungan warga itu merupakan induk dan anaknya yang diperkirakan terpisah dari kawanan lainnya.

“Dari jejak yang ditinggalkan, diyakini gajah ini merupakan anak dan induk. Kamipun meyakini sejauh ini gajah ini berada lokasi seminggu lalu dan sudah menjauh 5 km dari lokasi awal,” sebutnya.

Sebagai langkah antisipasi, tim berusaha menjauhkan satwa liar dilindungi tersebut dengan menggunakan mercon yang diledakkan, jenduman, serta senjata api.

“Dari lokasi jejak terbaru gajah yang bisa kami jangkau kemarin. Kami terus berusaha mengusir agar gajah ini terus masuk kedalam hutan. Kami juga menyerahkan mercon dan jenduman kepada warga melalui Kepala Dusun setempat untuk menghalau satwa ini datang lagi,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Singky: Bukan Hanya Gajah Sumatera, Orangutan juga Mati di KBS

Saat ini, lanjut Palber Turnip, masyarakat sudah bisa melakukan kegiatan berladang seperti biasa. Namun, ia mengingatkan agar warga tetap berhati-hati.

“Sejauh ini warga sudah bisa beraktivitas berladang. Meskipun demikian, warga diharapkan untuk tetap waspada dan terus mengantisipasi agar gajah tidak kembali masuk ke perkampungan,” tutur Palber Turnip.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments