Berita

Kebakaran Hutan di Hulu Sungai Selatan Tewaskan 12 Bekantan

15/09/2026|Irvan Sjafari
Bangkai bekantan yang hangus terbakar karena kebakaran hutan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan Foto BKS...

Bangkai bekantan yang hangus terbakar karena kebakaran hutan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. | Foto: BKSDA Kalimantan Selatan

Gardaanimalia.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus memakan korban. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menyampaikan, 12 ekor bekantan (Nasalis larvatus) mati di wilayah Desa Balimau, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026).

Kepala BKSDA Kalsel Agus Ngurah Krisna menerima informasi dari petugas pemadam kebakaran dan masyarakat mengenai bekantan yang terdampak karhutla di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) Desa Balimau.

Agus menyatakan, Tim Rescue dari BKSDA Kalsel telah diturunkan ke lokasi. Habitat satwa di lokasi kejadian merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) atau areal di luar kawasan hutan. Berdasarkan informasi di lapangan, lokasi tersebut terdiri atas tanah desa seluas kurang lebih 2–3 hektare dengan tutupan vegetasi berupa semak, galam, dan halaban, serta tanah milik seluas kurang lebih 2–3 hektare. 

“Kedua areal ini terfragmentasi oleh jalan aspal. Tim menemukan satwa yang mati akibat kebakaran lahan, terdiri dari 12 individu bekantan, satu individu ular piton dan satu individu ular king kobra,” ujar Agus dalam wawancaranya dengan Garda Animalia pada Senin (14/9/2026). 

Setelah mengevakuasi dan mengubur satwa yang mati, BKSDA Kalsel melakukan pengecekan keberadaan satwa di lokasi, dan evakuasi apabila ditemukan satwa yang sakit. 

Tim juga mengkaji kelayakan habitat dan mengambil tindakan translokasi apabila diperlukan, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. 

Menurut Alamsyah, Kepala Desa Balimau, populasi bekantan di lokasi tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih 60 individu. 

Selain bekantan, ada pula lutung dan monyet ekor panjang. Populasi bekantan pada 2025, berdasarkan data BKSDA Kalsel, tercatat sebanyak 3.757 individu yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi.

Sementara itu, di kawasan konservasi tercatat 1.281 individu bekantan yang tersebar di 12 kawasan konservasi dengan tipe ekosistem mangrove dan dataran rendah. Kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius bagi kehidupan satwa liar. 

Berdasarkan data BPBD Kalsel, selama periode 1 September hingga 14 September 2026, tercatat 3.220 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. BPBD Kalsel memperkirakan luas area yang terbakar mencapai 21.414,43 hektare. Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota dengan luasan terbakar terluas, yaitu 3.786,71 hektare.