Berita

Karhutla Kotim Ancam Satwa Liar, BKSDA Evakuasi Orangutan hingga Trenggiling

13/09/2026|Nadaa
Anak orangutan ditemukan bersama induknya saat dievakuasi Foto BKSDA Pos Sampit - Karhutla Kotim Ancam Satwa Liar BKSDA E...

Anak orangutan ditemukan bersama induknya saat dievakuasi. | Foto: BKSDA Pos Sampit

Gardaanimalia.com – Meski titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mulai menurun, namun dampak lingkungannya masih terus berlanjut. Tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, karhutla juga mengancam satwa liar di sekitar kawasan terdampak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan mengenai satwa liar di sekitar area terdampak kebakaran. Menurut Muriansyah, satwa liar dilindungi menjadi fokus utama yang ditangani oleh BKSDA. 

“Dua individu orangutan, yaitu Raya dan Rayu, akhirnya di-rescue. Setelah dinyatakan sehat oleh tim dokter, keduanya kemudian ditranslokasikan atau dipindahkan ke Suaka Margasatwa Lamandau,” ujarnya, Selasa (8/9/2026), kepada Garda Animalia.

Selain orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), satwa dilindungi lain yang ditemukan dalam kebakaran hutan adalah trenggiling (Manis javanica).

“Satu ekor dalam kondisi hidup dengan berat sekitar dua kilogram. Sementara itu, satu ekor trenggiling lain ditemukan dalam kondisi mati terbakar,” jelas Muriansyah. 

Muriansyah juga menjelaskan temuan tersebut merupakan laporan dari tim yang bertugas di lapangan, salah satunya Komunitas Pecinta Reptil Sampit yang menemukan trenggiling pada Sabtu (5/9/2026).

Setelah menerima satwa itu, ia segera membuat laporan dan meneruskannya kepada pimpinan untuk mendapatkan arahan terkait penanganan. 

Setelah mendapat arahan untuk melepasliarkan, Muriansyah memilih lokasi yang dinilai lebih aman dari ancaman kebakaran, yakni Kebun Raya Sampit. 


Nasib Satwa Tidak Dilindungi juga dalam Bahaya 

Selain satwa dilindungi, Muriansyah mengatakan, laporan mengenai satwa tidak dilindungi juga diperoleh dari Manggala Agni, komunitas, maupun anggota tim gabungan.

Satwa yang ditemukan antara lain beberapa jenis ular, termasuk ular sanca, sanca kembang, depung, dan ada juga biawak. Tim juga menemukan seekor anak king cobra dalam kondisi kering.

“Komunitas baru-baru ini menemukan kura-kura. Entah gimana, tetapi yang pasti kami temukan dia di bekas kebakaran,” ujar Muriansyah. Lokasi reptil itu ditemukan masih dekat dengan sungai, meskipun debit airnya terus menyusut akibat kondisi kemarau.

Gambut Memperbesar Ancaman

Muriansyah menjelaskan, kondisi gambut yang mengering membuat kebakaran lebih sulit ditangani. Api tidak hanya berada di permukaan, tetapi menjalar melalui lapisan gambut di bawah tanah.

Kondisi tersebut membuat api yang telah dipadamkan dapat kembali muncul. Bahkan, titik api baru dapat muncul beberapa meter dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Menurut Muriansyah, kondisi tahun ini berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Lama periode tanpa hujan membuat gambut menjadi semakin kering sehingga api lebih mudah menyebar.

Temuan orangutan hingga kura-kura menunjukkan bahwa satwa liar turut menghadapi dampak langsung maupun tidak langsung dari kebakaran yang terjadi di Kotim.

“Melindungi satwa liar juga berarti harus menjaga habitatnya,” pungkas Muriansyah.