Berita

Kemunculan Sugiman Buat Warga Kaget, BKSDA: Justru Warga yang Masuk Habitat

31/07/2025|Garda Animalia
Ilustrasi evakuasi orangutan. | Foto: satumakna.id

Ilustrasi evakuasi orangutan. | Foto: satumakna.id

Gardaanimalia.com – Satu individu orangutan jantan liar yang diberi nama Sugiman mengejutkan warga Desa Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, setelah terlihat berkeliaran di area perkebunan sawit milik warga.

Kejadian ini sontak membuat warga setempat kaget. Mereka kemudian melaporkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.

Tim dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun bersama mitra dari Orangutan Foundation International (OFI) segera merespons laporan pada Rabu (30/7/2025) sekitar pukul 15.55 WIB.

Kepala SKW II BKSDA Kalteng Dendi Setiadi menjelaskan, orangutan dalam kondisi sehat saat dievakuasi. Secara fisik, kondisinya cukup baik meski hasil awal pemeriksaan medis menunjukkan kadar hemoglobin yang sedikit di bawah normal.

Sugiman diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dengan berat badan mencapai 80 kilogram. 

“Nggak ada penyakit apa pun. Artinya layak dilepasliarkan. Karena salah satu syarat untuk melepasliarkan orangutan kondisinya harus sehat,” ujar Dendi pada Garda Animalia, Kamis (31/7/2025).

Karena kondisinya sehat, Sugiman telah dilepasliarkan pada pada hari ini, Kamis (31/7/2025).

“Orangutan tersebut sudah kami rilis dan dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Lamandau sekitar pukul 11 siang tadi,” ujar Dendi.

Terkait fenomena masuknya satwa liar ke permukiman, Dendi menekankan, bukan orangutan yang masuk wilayah manusia, melainkan aktivitas manusia yang telah masuk dan membuka lahan di area yang sebenarnya merupakan habitat asli orangutan.

Ia menjelaskan, di lokasi tersebut ditemukan adanya pembukaan lahan kelapa sawit.

"Jadi bukan orangutannya yang masuk ke permukiman, tetapi justru masyarakat yang membuka lahan di wilayah yang memang habitat orangutan. Lokasinya termasuk area HPK (Hutan Produksi Konversi)," jelasnya.

Pihak BKSDA mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor apabila kembali menemukan satwa liar yang masuk permukiman atau kebun.

Kejadian ini menunjukkan pentingnya respons cepat dan kerja sama lintas pihak dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat alami orangutan.


Penulis: Nadaa