Konflik Tak Berujung, Dua Harimau Sumatra Mati Diracun

Konflik Tak Berujung, Dua Harimau Sumatra Mati Diracun
Petugas mengangkut bangkai Harimau sumatera yang ditemukan di Aceh Selatan. Foto: Antarafoto/Hafidzah

Gardaanimalia.com – Seekor Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di kawasan perkebunan masyarakat di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh pada Minggu (28/6). Harimau berjenis kelamin betina itu diduga mati akibat keracunan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Ariyanto mengatakan penemuan bangkai harimau tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait hewan ternak yang dimangsa Harimau.

Pihak BKSDA Aceh Sekwil II bersama organisasi WCS-IP, Forum Konservasi Leuseur (FKL) dan Polres Aceh Selatan melakukan patroli di lahan perkebunan milik masyarakat.

Saat patroli, petugas menemukan jejak kaki Harimau dan bangkai kambing yang sudah tidak utuh. Petugas lalu memasang kamera trap untuk memantau pergerakan harimau di wilayah konflik itu.

Saat mengambil data hasil pemasangan kamera trap yang dipasang sehari sebelumnya, petugas menemukan bangkai harimau sekitar pukul 06.30 WIB.

“Bangkai harimau ditemukan pagi tadi. Penyebabnya masih diselidiki, kami menurunkan tim dokter hewan BKSDA Aceh, FKL, dan PKSL Unsyiah untuk dilakukan nekropsi,” ujarnya Senin (29/6).

Menurutnya, tindakan nekropsi dan pembedahan perlu dilakukan terhadap bangkai harimau tersebut untuk mengetahui penyebab kematian dan perkiraan umur.

“Keberadaan Harimau di lokasi perkebunan lantaran adanya perubahan kawasan hutan alam menjadi hutan produksi dan area penggunaan lain,” ujarnya.

Agus menghimbau semua lapisan masyarakat untuk tidak melakukan penanganan konflik satwa liar dan manusia dengan cara-cara yang bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Konflik Tak Berujung, Dua Harimau Sumatra Mati Diracun
Petugas memeriksa kondisi bangkai harimau di Aceh. Foto: Antarafoto/Hafidzah

Kematian Harimau Lain

Kematian harimau lainnya juga terjadi di Mandailing Barat, Sumatera Utara. Seekor harimau mati diracun warga di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, pada Rabu (10/6).

Informasi terkait pembunuhan harimau ini sempat ditutup rapat oleh warga, namun akhirnya terbongkar setelah petugas menggali kuburan satwa dilindungi ini.

BACA JUGA:
Harimau Sumatera Kian Langka, Mengapa Perdagangannya Masih Tinggi?

Dari hasil nekropsi, harimau dengan panjang 150 cm dan berat 75 kg memiliki jenis kelamin jantan. Setelah dikubur beberapa lama, kulit dan daging sudah rapuh dan berbau menyengat seperti dilansir dari Mongabay.com

Harimau tersebut dibunuh sebab memangsa hewan ternak milik warga. Dari tiga ekor kambing yang dimangsa, satu ekor dimakan sebagian. Warga kemudian memberi racun di sisa-sisa tubuh kambing.

Kepala desa dan warga menyatakan bahwa meracuni harimau didasari perilaku membela diri, karena harimau tersebut telah turun ke desa hingga muncul di sekolah dasar. Konflik dengan harimau juga pernah terjadi di tahun 2013 yang membuat warga trauma.

Konflik antara harimau dengan manusia terus terjadi di wilayah Sumatera. BKSDA Aceh telah mencatat delapan kasus konflik harimau dan manusia dalam periode waktu kurang dari tiga bulan sejak Januari sampai Maret 2020.

Dilansir dari Kompas.com, di wilayah Sumatera Utara, tercatat sebanyak 17 konflik antara harimau dengan manusia terjadi sejak tahun 2017 hingga Februari 2020. Beberapa wilayah yang terdapat habitat Harimau sumatera lainnya juga terus menuai konflik, ​di wilayah Sumatera Selatan setidaknya ada 7 kasus serangan harimau sejak November hingga Desember 2019. Serangan tersebut menyebabkan lima orang tewas dan dua lainnya luka-luka.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback
11 months ago

[…] Baca juga : Konflik Tak Berujung, Dua Harimau Sumatra Mati Diracun […]