Lumba-Lumba Ditemukan Mati di Pesisir, BKSDA Tak Dapat Identifikasi

  • Share
Seekor lumba-lumba mati terdampar dalam keadaan membusuk di di Pantai Pedukuhan III, Dusun Pleret, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. | Foto: Dok. BKSDA Yogyakarta
Seekor lumba-lumba mati terdampar dalam keadaan membusuk di di Pantai Pedukuhan III, Dusun Pleret, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. | Foto: Dok. BKSDA Yogyakarta

Gardaanimalia.com – Seekor lumba-lumba ditemukan mati di wilayah pesisir Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (22/1).

Bangkai lumba-lumba tersebut ditemukan anggota SAR Wilayah V Kulon Progo dan anggota Pos Polairud Congot di perbatasan Pantai Pedukuhan III, Dusun Pleret, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat itu, tubuh lumba-lumba berukuran panjang 215 sentimeter dengan diameter 144 sentimeter tersebut sudah dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Menurut penuturan Dadang, anggota SAR Wilayah V, tim yang diturunkan ke lapangan terdiri dari rim respon cepat LPSPL (Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut) Serang Wilayah Kerja DIY dan tim SAR Kulon Progo.

Selain itu, juga ada Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, anggota Polsek Panjatan, anggota Koramil Panjatan, dan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.

Lumba-lumba dengan perkiraan berat 90 kilogram itu mengalami kerusakan pada bagian genital sehingga jenis kelamin satwa tersebut tidak dapat diidentifikasi.

Tak hanya itu, satwa yang terdampar tersebut juga diperkirakan sudah mati selama 3 hari terhitung saat bangkainya ditemukan.

Berdasarkan keterangan tertulis BKSDA Yogyakarta pada Sabtu (22/1) mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kematian lumba-lumba tersebut lantaran saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

Kemudian, menurut keterangan Ditpolairud Polda DIY, kondisi satwa yang sudah membusuk itu juga dapat mengakibatkan bau tidak sedap dan polusi tersendiri. Sehingga bangkai pun langsung dikuburkan oleh tim gabungan di area Pantai Pedukuhan.

Atas kejadian tersebut, Pinneng Sulungbudi, Koordinator Koalisi Anak Negeri untuk Lumba-Lumba berharap pihak BKSDA lebih serius.

“Harapan saya sih BKSDA bisa lebih serius menangggapi hal-hal seperti ini dalam hal meneliti penyebab kematian mereka (lumba-lumba),” ungkapnya pada Senin (24/1) saat dihubungi Garda Animalia.

BACA JUGA:
Polres Tebo Olah TKP Penemuan Tengkorak di Jalur Lintas Harimau
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments