Mati Tertabrak Kapal, Penyu Belimbing Ditemukan dalam Kondisi Luka

Gardaanimalia.com - Seorang petugas Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menemukan seekor penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dalam kondisi mati dan tersangkut di bagian Kapal Dobonsolo, Sabtu (19/3).
Penyu yang ditemukan saat Kapal Dobonsolo hendak bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tersebut diduga mati akibat tertabrak kapal.
Ahmad Yani Y. selaku Pengawas Perikanan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Ambon menjelaskan bahwa terdapat luka lecet di beberapa bagian tubuh satwa dilindungi tersebut.
"Kondisi penyu belimbing terdapat luka lecet pada sirip depan sebelah kiri, sirip belakang sebelah kiri, dan perut sebelah kiri," ucapnya pada Sabtu (19/3).
Tim gabungan yang terdiri dari Stasiun PSDKP Ambon, Loka Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) pun melakukan pendataan terhadap satwa itu.
Hasil pemeriksaan diketahui, bahwa penyu berjenis kelamin jantan dengan panjang 180 sentimeter, panjang karapaks 133 sentimeter, panjang kepala 31 sentimeter, tinggi kepala 11 sentimeter, dan lebar kepala 13 sentimeter.
Selain itu, juga terdata bahwa lebar karapaks 58 sentimeter, panjang sirip depan 80 sentimeter, lebar sirip depan 20 sentimeter, panjang sirip belakang 34 sentimeter, lebar sirip belakang 16 sentimeter, dan tinggi badan 35 sentimeter.
Selanjutnya, bangkai satwa dilindungi tersebut pun dibawa ke Kantor BKSDA Maluku untuk dilakukan pemusnahan dengan cara dikubur.
"Bangkai penyu belimbing dibawa ke Kantor BKSDA Maluku untuk dilakukan pemusnahan dengan cara dikubur," kata Yani.
Sejak 1978, satwa dengan nama ilmiah Dermochelys coriacea menjadi salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia.
Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327/Kpts/Um/5/1978 tentang Status Proteksi untuk Penyu Belimbing.

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti
20/03/25
Berang-Berang Bukan Peliharaan! Kenali 4 Jenis yang Hidup di Indonesia
14/03/25
Sebanyak 243 Reptil Diselundupkan, 40 Persen di Antaranya Mati
10/03/25
Terisolir di Kebun Sawit, Orangutan Sumatera Dievakuasi ke Hutan Lindung
06/03/25
Siamang dan Bekantan Ditemukan di Rumah Warga di Tanjungbalai Sumut
04/03/25
Adakah Titik Imbang antara Pemanfaatan dan Perlindungan Kura-Kura Moncong Babi?
26/02/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu

Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
![Berpacu dengan Kepunahan [3]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742879417_fd2dc5f16700a5b9fff5.jpg)
Berpacu dengan Kepunahan [3]
![Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875241_b9bd802809c6c35df99a.jpg)
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
![Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1742875243_39937082cc8949808434.jpg)
Bisnis Cuan Berbalut Kepahlawanan [1]

Belasan Gajah Liar Masuk Sawah, Warga Berharap ada Solusi

Dua Opsetan Tanduk Rusa Diamankan di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon

Akan Dibawa ke Pulau Jawa, 34 Burung Diamankan di Sampit

FATWA: Komodo Malas Merantau!

Petugas Gabungan Sita 72 Satwa Dilindungi di Mimika

Buntut Konflik di Riau, Harimau Masuk Boxtrap untuk DIevakuasi

Teka-Teki Keberadaan Baza Hitam si Predator Cilik

Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti

FOTO: Perbedaan Orangutan Tapanuli dan Orangutan Sumatera

Labi-labi Ditemukan di Pulau Bawean, BKSDA: Penting untuk Terus Dijaga

Sebanyak 5 Penyu Diamankan dari Penyelundupan, 1 dalam Kondisi Stres

FATWA: Satwa yang 'Bangkit dari Kepunahan'

BKSDA Turun Tangan Pantau Harimau yang Melintasi Kebun

Lima Peniaga Kulit dan Tulang Harimau Diciduk Polisi

Bangkai Paus Terdampar di Simeulue, Evakuasi Terkendala Kondisi Pantai
