Gardaanimalia.com - Empat individu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terekam kamera jebak di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT).
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TN Bukit Tigapuluh, Hendra Koswandi, mengatakan hasil tersebut masih sementara karena proses pemantauan masih terus berlangsung.
“Untuk sementara terekam empat, dan masih kami identifikasi. Pengambilan masih dilanjutkan. Artinya masih ada (harimau sumatera), ya,” katanya, Sabtu (10/1/2026), melalui Kalangan Jambi.
Si Loreng terekam kamera yang telah disebar pihak Balai TNBT di wilayah Resort Suo-Suo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Dalam monitoring intensif tersebut, para petugas memasang empat puluh unit kamera jebak pada jalur yang kerap dilalui satwa liar.
Masing-masing kamera tersebar di 20 petak lokasi atau grid. Setiap titik pemantauan memiliki cakupan area seluas 2x2 kilometer persegi atau sekitar 400 hektare.
Selain harimau sumatera, kamera jebak juga membidik sedikitnya 32 satwa lain.
“Di antara itu ada 13 jenis satwa yang keberadaannya dilindungi yang juga kerekam. Kalau beruang setiap pengambilan pasti ada, babi juga sering terlihat,” sambungnya.
Satwa lain yang terekam adalah tapir (Tapirus indicus), gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis), beruang madu (Helarctos malayanus), rusa (Cervidae), kancil (Tragulus sp.), trenggiling (Manis javanica), dan binturong (Arctictis binturong).
Sementara itu, camera trap di kawasan TNBT pun sempat merekam keberadaan orangutan bersama anaknya. Pemantauan primata dilindungi ini dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi dan Frankfurt Zoological Society (FZS).
Menurut Hendra, terekamnya keberadaan harimau sumatera dan satwa kunci lainnya menjadi indikasi ekosistem di lanskap TNBT masih terjaga. Namun, pihaknya mengakui bahwa perambahan dan perburuan liar tetap menjadi tantangan nyata.
“Tekanan tetap besar, antisipasinya kita selalu patroli rutin. Alhamdulillah kita dapat tambahan petugas baru. Masyarakat dan pihak terkait terus kita libatkan. Termasuk mitra menjaga taman nasional,” ungkap Hendra.
Pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama warga di desa-desa penyangga agar turut menjaga kelestarian kawasan konservasi seluas 144.223 hektare yang terbentang di Provinsi Riau dan Jambi ini.










