Menjarah
Menjarah
Menjarah
Berita

Orangutan Muncul di Kawasan Bandara Haji Asan Sampit

182
×

Orangutan Muncul di Kawasan Bandara Haji Asan Sampit

Share this article
Ilustrasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus). | Foto: Thomas Furhmann/Wikimedia Commons
Ilustrasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus). | Foto: Thomas Furhmann/Wikimedia Commons

Gardaanimalia.com – BKSDA Resor Pos Jaga Sampit, Kalimantan Tengah, menerima laporan terkait keberadaan seekor orangutan  kalimantan (Pongo pygmaeus) di wilayah Bandara Haji Asan Sampit, dekat Kantor BMKG Kotwaringin Timur (Kotim).

Laporan keberadaan orangutan masuk pada Kamis pekan lalu (18/4/2024) sekitar pukul 11.00 WIB, disampaikan oleh Staf BMKG Kotim Fauzi.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Petugas BKSDA langsung ke lokasi dan berkomunikasi dengan pihak pengamanan bandara agar mengintensifkan patroli di sekitar landasan pacu, sebelum pesawat lepas landas dan mendarat.

Orangutan yang teridentifikasi adalah satu individu dewasa dan berjenis kelamin jantan. Satwa itu masih berada di lokasi, tepatnya pada areal hutan seluas 3 hektare yang kondisinya banjir.

Satwa terlihat berada di pepohonan yang berjarak 25 meter dari alat pantau cuaca milik BMKG, sekitar 100 meter dari landasan pacu bandara.

“Indikasi pohon yang bergoyang tak wajar dan terdapat suara patahan kayu, diketahui orangutan tengah membuat sarang,” ungkap Muriansyah kepada Garda Animalia, Kamis (25/4/2024).

Proses pemantauan dilanjutkan kembali pada sore harinya. Namun, orangutan tidak ditemukan.

“Giat hari Kamis, langsung saya laporkan ke Pimpinan di kantor SKW II di Pangkalan Bun,” tambahnya.

Pemantauan Intensif, Orangutan Kalimantan Tak Terlihat Lagi

<yoastmark class=

Keesokannya, Jumat (19/4/2024), observasi diperluas menyusuri kebun buah warga seluas 1 hektare di samping areal hutan sebelumnya. Diduga kuat orangutan melintas, terpantau melalui jejak patahan batang pohon kopi.

Orangutan kembali muncul di areal belakang kantor pada siang hari.

Diputuskan giat rescue dari Tim WRU SKW II Pangkalan Bun karena orangutan berada dekat dengan peralatan pemantau cuaca BMKG dan landasan bandara.

Pemantauan pergerakan orangutan terus dilakukan sambil menunggu tim rescue dari Pangkalan Bun ke Sampit yang akan memakan waktu 4 sampai 5 jam.

Sekitar pukul 15.00 WIB, orangutan terpantau menyeberang landasan pacu. Bersama pihak pengaman bandara, satwa dilindungi tersebut digiring ke hutan depan bandara.

Muriansyah menyebut, hutan seluas tiga hektare yang sebelumnya disebutkan bercampur dengan kebun karet dan kelapa sawit milik warga. Lokasi itulah diduga kuat asal mula kemunculan orangutan masuk areal bandara. 

“Dilakukan pemantauan. Hari Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis (25/4/2024), satwa tersebut tidak terlihat lagi,” ungkap Muriansyah.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments