Berita

Orangutan Santi Lahirkan Bayi Julia di TN Bukit Raya Bukit Raya

21/08/2025|Garda Animalia
Induk Santi sedang menggendong bayi Julia di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. | Foto: YIARI

Induk Santi sedang menggendong bayi Julia di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. | Foto: YIARI

Gardaanimalia.com - Taman Nasional Bukit Bakra Bukit Raya (TNBBR) menyampaikan kabar bahwa orangutan bernama Santi melahirkan seekor bayi betina dalam kondisi sehat.

Kelahiran bayi ini memberikan angin segar bagi program pelepasliaran yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).

Tim monitoring TNBBBR pertama kali mengetahui kelahiran Julia pada 30 Juli 2025 sore hari, ketika tim monitoring bertemu orangutan Santi sedang menggendong bayinya di sekitar camp monitoring orangutan Teluk Ribas.

Hasil monitoring oleh tim medis YIARI menunjukkan bahwa bayi berjenis kelamin betina itu tampak sehat, aktif, dan mendapat asupan susu yang cukup dari induknya. Santi juga menunjukkan kondisi fisik yang prima pasca-melahirkan serta menunjukan afeksi kepada bayinya.

Dulu, Santi merupakan bayi orangutan korban pemeliharan ilegal satwa liar dilindungi di Kabupaten Ketapang yang diselamatkan petugas gabungan BKSDA Kalbar dan YIARI pada 11 Oktober 2013. Setelah menjalani rehabilitasi selama hampir 6 tahun, Santi dilepasliarkan di dalam kawasan TNBBBR pada 28 Juni 2019.

Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan kelahiran Julia di kawasan TNBBBR membuktikan bahwa kawasan TNBBBR merupakan habitat yangg baik dan sangat mendukung kesejahteraan hidup orangutan sehingga dapat berkembangbiak.

“Dengan kelahiran Julia, berarti meningkat pula populasi Orangutan di Kalimantan Barat. Semoga Julia tumbuh sehat dan sejahtera di habitatnya,” ucapnya dalam keterangannya pada Selasa (19/8/2025).

Sementara, Ketua Umum YIARI Silverius Oscar Unggul menuturkan, kelahiran ini merupakan indikator positif keberlangsungan populasi orangutan di alam liar. Santi yang dahulu orangutan korban pemeliharan illegal mampu berkembang biak secara alami.

Kelahiran bayi orangutan di alam liar adalah momen langka sekaligus menjadi penanda keberhasilan jangka panjang upaya konservasi. Orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) merupakan spesies yang terancam punah akibat hilangnya habitat dan perburuan.

“Kehadiran Julia memberikan harapan baru bagi kelestarian spesies kunci hutan hujan tropis Kalimantan ini,” ujar Silverius.

Sejak 2016, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Balai TNBBBR bersama YIARI telah melepasliarkan 82 orangutan hasil rehabilitasi ke kawasan TNBBBR.

Keanekaragaman jumlah dan jenis tumbuhan hutan yang menjadi sumber pakan alami orangutan, mampu mendukung keberhasilan proses adaptasi satwa yang dilepasliarkan.

Hingga saat ini, program ini tidak hanya berhasil mengembalikan orangutan ke habitat alaminya, tetapi juga mencatatkan 8 kelahiran alami dari induk-induk orangutan yang sebelumnya pernah menjalani rehabilitasi.


Penulis: Irvan Sjafari