Pemelihara Burung Cenderawasih dan Kakatua Ditangkap Polisi

Gardaanimalia.com - Tim Subdit IV Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Papua menangkap seorang warga karena memelihara satwa dilindungi tanpa izin dan dokumen yang sah di Kecamatan Skanto, Kabupaten Keerom, Papua pada Selasa (10/3).
Petugas mengamankan warga bernama Nurjaya (35) beserta barang bukti berupa 10 ekor burung hidup yang terdiri dari jenis Cenderawasih kecil, Kakatua jambul kuning, Nuri kepala hitam, Nuri kecil, dan 5 ekor Perkici pelangi.
Selain barang bukti burung hidup, petugas juga menyita dua ekor burung jenis Cenderawasih kecil dan Perkici pelangi dalam kondisi mati.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, S.H., mengatakan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait pemeliharaan satwa dilindungi oleh seorang warga di Kecamatan Skanto.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan berdasarkan informasi tersebut dengan mendatangi kediaman Nurjaya di Jalan Poros Saefen Empat Dua RT 02/RW 01, Kelurahan Saefen Empat Dua, Kecamatan Skanto, Kabupaten Keerom.
"Dari hasil pemeriksaan terungkap, satwa yang dilindungi itu dipelihara tanpa izin sehingga pelaku dan barang bukti langsung dilimpahkan ke Polda Papua," ujar Ahmad.
Ahmad menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua untuk upaya pelepasliaran satwa-satwa tersebut.
"Barang bukti berupa 10 burung akan dilakukan koordinasi dengan KSDA untuk dilepaskan kembali kealam," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pemelihara burung tersebut telah melakukan tindak pidana sesuai dengan pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
"Pemelihara satwa dilindungi dapat diancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta," jelasnya.

Orangutan Viral di Kawasan Tambang Akhirnya Dievakuasi

Beruang Madu di Perbebunan, BKSDA: Itu Habitatnya

Konflik Gajah di Aceh Barat Terulang, Perubahan Habitat Menyulitkan Penghalauan

Akhirnya, Enam Pemburu Badak Jawa Divonis 11 dan 12 Tahun Penjara

Dikirim Tanpa Dokumen, 67 Satwa Diamankan di Pelabuhan Tanjung Priok

Memisahkan dengan Jelas: Pemeliharaan Satwa Liar Bukan Penyelamatan!

Tiga Orangutan Kelaparan Mencari Makan di Kebun Sawit, BKSDA Lakukan Pemantauan

Harimau yang Masuk Kandang Jebak di Aceh Timur akan Direlokasi

Lagi, Seekor Dugong Mati Terdampar di Kupang

Relasi Harmonis Gajah-Manusia dalam Sejarah dan Tradisi Budaya di Aceh

Pagar Terbuka! 15 Rusa Timor Berlari Bebas di TN Baluran

Dagangkan Cula Badak dan Gading Gajah, Dua Terdakwa Divonis 4 Tahun

Terjerat Jaring, Lumba-Lumba di Kenjeran Berhasil Kembali ke Laut

Bayi Bekantan Terpisah dari Induk, Diduga karena Habitat Rusak

Kesalahan Penanganan Diduga Sebabkan Kematian Orangutan yang Tersengat Listrik

Cegah Zoonosis, Pengamatan Tidak Langsung Manfaatkan Ekolokasi Kelelawar Pemakan Serangga

Petugas Amankan 30 Kilogram Sisik Trenggiling di Atas Kapal Cepat

Soa Payung, Kadal dengan Leher Berjumbai yang Unik

Dugong Fitri yang Terjerat Jaring Berhasil Dilepasliarkan

Gajah Betina Berusia 8 Tahun Ditemukan Mati di Aceh Timur
