Gardaanimalia.com - Pada 31 Januari 2026 lalu, Tim Gabungan yang terdiri dari Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad TNI AD, Sanggabuana Conservation Foundation, dan BBKSDA Jawa Barat telah menyelesaikan penyisiran hari keenam pencarian macan tutul terluka di kawasan hutan lindung Gunung Sanggabuana Blok Purwakarta.
Melalui akun Instagramnya, BBKSDA Jawa Barat menyampaikan meskipun penyisiran telah difokuskan pada area aman di ketinggian 100-250 meter di atas permukaan laut, tim tidak menemukan keberadaan maupun tanda-tanda aktivitas macan tutul yang diduga tertembak tersebut.
Kondisi lapangan yang licin pascahujan menjadi tantangan utama, tetapi secara keseluruhan kegiatan patroli berjalan dengan aman dan kondusif.
Sehubungan dengan hasil tersebut, pencarian oleh tim gabungan resmi dihentikan. Akan tetapi, pihak SCF akan tetap melaksanakan pencarian lanjutan secara internal.
Pihak SCF mengatakan, langkah selanjutnya akan fokus pada penggalian informasi melalui pendekatan ke rumah-rumah warga di sekitar kawasan hutan untuk menelusuri kemungkinan satwa ditemukan.
Koordinator Sanggabuana Wildlife Ranger Bernard T. Wahyu Wiryanta membenarkan pencarian macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang terluka diberi kode SP-08 sudah dilakukan sejak 18 Desember 2025.
“[Pencarian] seminggu terakhir itu yang BBKSDA Jabar ikut mencari. Kita hentikan pencarian pada tanggal 31 Januari lalu. Dugaan terbesar sudah mati atau kita anggap hilang,” ujar Bernard kepada Garda Animalia, Rabu (11/2/2026).
Bernard melanjutkan, BBKSDA Jawa Barat juga belum memberikan arahan lebih lanjut walaupun satwa dilindungi merupakan ranah atau kewenangan BKSDA.
Saat ini, Sanggabuana Wildlife Ranger tetap memantau kawasan dengan melibatkan warga sekitar dan menambahkan pemasangan camera trap di sekitar home range macan tutul jawa SP 08.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Polres Karawang dan Polres Purwakarta serta BBKSDA dan Perum Perhutani untuk melakukan edukasi dan sosialisasi. Setelah itu, baru akan kita lakukan penegakan hukum terkait perburuan satwa liar di dalam hutan negara,” kata Bernard memungkasi ketika ditanya mengenai antisipasi agar perburuan liar tidak terulang.
Terbaru, pihak BBKSDA Jawa Barat bersama SCF dan Menlatpur TNI AD telah berkoordinasi dengan Polres Purwakarta terkait progres pengusutan dugaan perlaku perburuan macan tutul di Pegunungan Sanggabuana, Kamis (12/2/2026).
Sebelumnya, pengusutan kasus ini dilakuka oleh Polres Karawang kemudian dialihkan ke Polres Purwakarta sesuai dengan lokus kejadian.
Pihak Polres Purwakarta meyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan proses yang sudah berjalan di Polres Karawang.










