Polda Sumut Akan Tindak Perdagangan Satwa Dilindungi di Jalan Bintang


Barang bukti tiga ekor anak Elang brontok (Nisaetus cirrhatus) berada di dalam kandang saat gelar kasus perdagangan satwa liar dilindungi di Mapolda Sumut di Medan, Jumat 11 Januari 2019. Foto: Antara Foto/Irsan Mulyadi

Medan – Menyusul ditangkapnya pelaku penjual satwa dilindungi, Arbain (25) warga Dusun III, Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) akan menindak sindikat penjual dan pembeli satwa dilindungi, khususnya yang bertransaksi di Jalan Binatang, Medan.

Hal itu dikatakan, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Poldasu Kombes Pol Rony Samtana kepada awak media, Ahad (13/1). “Kita akan telusuri, tapi waktunya belum bisa dipastikan, karena kalau diumumkan nanti mereka (penjual-red) bisa kabur,” jelas Rony.

Ditegaskannya yang akan akan ditindak adalah penjual dan pembeli. Kedua-duanya melanggar undang-undang dan bisa kena sanksi pidana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus Poldasu dibantu tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Utara (Sumut) meringkus Arbain seorang pedagang satwa dilindungi dengan transaksi sistem online.

Dalam konferensi pers yang digelar di Poldasu, Jumat (11/1) lalu, Rony Samtana mengatakan, Arbain menggunakan nama samaran (perempuan) di Facebook untuk mengelabui petugas. Turut diamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 3 ekor anak lutung emas, 3 ekor anak kucing hutan, 3 ekor anak elang brontok.

Sumber: www.gatra.com


Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − 8 =