Senapan Gas Dijual Bebas, Pemerintah Harus Lebih Tegas

  • Share
Senapan Gas Dijual Bebas, Pemerintah Harus Lebih Tegas
Ilustrasi perburuan satwa di Bangka Belitung. Foto: Ditjen Gakkum KLHK

Gardaanimalia.com – Baru-baru ini, Langka Sani, Ketua Lembaga Konservasi Pusat Penyelamatan Satwa (LKPPS) Alobi Foundation Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memaparkan tren penggunaan senapan gas di masyarakat. Menurutnya, peredaran senapan semakin marak di Bangka Belitung. Hal ini tentu menjadi kabar buruk karena dapat mengancam keselamatan satwa liar termasuk satwa endemik yang dilindungi.

Mengutip pernyataan Langka Sani dari laman Antara, saat ini banyak sekali peredaran senapan gas di desa-desa yang berada di Kepulauan Bangka Belitung. Ancaman perburuan dengan senjata ini makin mengkhawatirkan mengingat senjata ini dapat membunuh satu koloni satwa dengan cepat. Misalnya saja, babi hutan, monyet, hingga burung. Satwa-satwa itu tidak akan sempat melarikan diri jika sudah kena tembakan senjata ini.

“Sekarang orang menggunakan senapan gas dengan penembakan sasaran yang akurat dan cepat sekali,” jelasnya.

Baca juga: Dapat Macan Dahan, Pria di Sumsel Langsung Menguliti dan Menjualnya

Melihat situasi yang demikian, Langka Sani khawatir upaya untuk merehabilitasi akan sia-sia. Terlebih lagi, senapan jenis ini mudah ditemukan dan dibeli oleh siapa saja. Penjualannya sangat bebas.

“Upaya merehabilitasi dan melepasliarkan hewan yang terancam punah ini ke alam bebas akan sia-sia jika peredaran senapan gas ini makin marak,” papar Langka Sani.

Ia berharap pemerintah daerah dan kepolisian segera mengambil tindakan tegas. Menurutnya diperlukan peraturan yang ketat terkait peredaran senapan gas yang sangat membahayakan kelestarian satwa.

“Saya yakni jika senapan ini dikontrol dengan aturan berlaku, tingkat kematian satwa akibat perburuan akan sengat kecil,” tuturnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments