Berita

Sendiri dan Kebingungan, Anak Kijang di KPH Bandung Utara Diamankan BBKSDA

20/05/2026|Irvan Sjafari
Anak kijang yang ditemukan warga setelah mendengar suara senapan di Lembang Bandung Foto Humas BBKSDA Jabar - Sendiri dan...

Anak kijang yang ditemukan warga setelah mendengar suara senapan di Lembang, Bandung. | Foto: Humas BBKSDA Jabar

Gardaanimalia.com - Suara letusan senapan mengejutkan warga yang tengah bekerja di kebun kopi yang berada di kawasan Hutan Lindung Perhutani KPH Bandung Utara, wilayah Puncak Eurad, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (14/5/2036). 

Tidak hanya warga, satu ekor anak kijang (Muntiacus muntjak) juga terlihat terkejut dan bingung saat ditemukan warga pascasuara letusan senapan yang diduga berasal dari aktivitas perburuan.

Meski terlihat sehat, warga tetap memutuskan untuk melaporkan keberadaan anak kijang tersebut kepada petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) untuk memastikan keamanan dan keselamatannya. Esok harinya, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Resor Konservasi Wilayah (RKW) XIV dan XV BBKSDA Jawa Barat mengevakuasi satwa tersebut pada Jumat (15/5/2026). 

Anak kijang itu dibawa ke pusat rehabilitasi YJSI (Yayasan Jaringan Satwa Indonesia) di Cikole, Lembang untuk mendapatkan penanganan dan perawatan lebih lanjut.  

Kepada Garda Animalia, Humas BBKSDA Jabar Ery Mildrayana menyampaikan, dari hasil identifikasi, dipastikan satwa tersebut adalah anak kijang. 

Saat usia bayi atau kecil, kijang memiliki tutul pada bagian tubuhnya dan seiring perkembangan usia tutul akan hilang atau memudar. Fungsinya untuk menghindari predator atau kamuflase.

“Kondisi ini serupa dengan bayi tapir, bayi babi hutan yang pada usia anak-anak dia bertutul juga. Satwa liar tersebut dilindungi undang-undang,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Terkait pelepasliaran Ery mengatakan masih harus menyesuaikan hasil observasi.

 “Untuk lepasliar kami tentunya menyesuaikan hasil obervasi dan asesment tim dokter hewan, terkait lokasi terdapat beberapa alternatif kawasan hutan konservasi yang menjadi kantung habitat primata dan mamalia,” jelasnya.

Menanggapi laporan ini, Ery juga menyampaikan apresiasi kepedulian masyarakat yang telah berperan aktif dalam penyelamatan satwa liar dilindungi. 

“Mari bersama menjaga kelestarian satwa dan habitatnya serta menghentikan segala bentuk perburuan liar,” katanya.

Mengenal Kijang, Rusa Asli Indonesia 

Melansir Kehati, kijang merupakan salah satu rusa asli Indonesia. Satwa bertanduk ini merupakan satu dari empat jenis rusa yang dimiliki Indonesia, selain rusa bawean, rusa timor, dan rusa sambar. 

Khusus di Indonesia, kijang dapat ditemukan mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali hingga Lombok. 

Jenis rusa yang asli Indonesia ini, bersama anggota genus Muntiacus lainnya, dipercaya sebagai jenis rusa tertua. Keberadaanya telah ada sejak 15 – 35 juta tahun yang silam.