Gardaanimalia.com - Hutan pada dasarnya merupakan habitat asli dari beruang madu. Interaksi negatif beruang madu dan manusia seringkali terjadi karena adanya niatan yang kurang baik dari manusia, seperti pembukaan hutan dan perburuan.
Demikian disampaikan Kepala Riset dan Dokumentasi Rohmat Eko Santoso Hutan Harapan dari PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) yang begerak dalam pengelolaan hutan produksi dan hutan harapan.
Secara administratif, Hutan Harapan terletak di Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi dan Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan. Kawasan seluas 98.555 hektare ini berada di jantung Pulau Sumatra, salah satu pulau terbesar di Indonesia.
Konflik beruang dengan manusia juga tejadi di wilayah Jambi. Pada 9 Juni 2025 lalu, tim dokter dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi telah melakukan operasi terhadap beruang madu betina yang terluka parah akibat lilitan jerat babi hutan.
Beruang madu (Helarctos malayanus) itu dievakuasi dari kawasan Dusun Bukit Paku, Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. Satwa dilindungi itu ditemukan terlilit jerat babi hutan buatan warga dan diduga sudah terperangkap selama dua hari.
Pada Maret 2023 beruang madu dipergoki warga kawasan Desa Teluk Kulbi dan desa sekitarnya di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) memasuki permukiman dan perkebunan sejak Maret 2023 lalu.
Konflik beruang madu dengan manusia di Jambi cukup tinggi walau tidak menimbukan korban jiwa. Sepanjang 2020, BKSDA Jambi mencatat ada 17 konflik yang melibatkan seekor beruang madu dari 72 konflik satwa liar dengan manusia. Rekor konflik tertinggi masih ditempati gajah dengan 27 kasus dan harimau sejumlah 19 kasus.
Menurut Rohmat Eko, konflik antara beruang madu dan manusia diakibatkan adanya aktivitas pembukaan lahan yang menyebabkan terfragmentasinya habitat.
“Ini karena adanya perburuan liar. Namun demikian, kami di PT REKI sudah melakukan tindakan preventif dengan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan melakukan patroli sisir jerat,” ujar Rohmat Eko kepada Garda Animalia, 14 Agustus 2025.
Untuk untuk mencegah beruang madu berkonflik dengan manusia dan tidak masuk ke pemukiman manusia, maka perlu diketahui beruang madu makan buah-buahan hutan, serangga, dan madu.
“Oleh karena perlu menjaga pohon yang sudah siap berbuah (diameter lebih dari 20 sentimeter). Apabila dalam satu areal pakan beruang madu perlu dilakukan pengayaan pakannya melalui penanaman. Kemudian, tindakan lain yang dapat dilakukan adalah menekan angka perubahan lahan secara ilegal,” papar Rohmat Eko.
Rohmat Eko menyebutkan belum ada estimasi populasi beruang madu di wilayah yang dikelola PT REKI. Namun, bisa dipastikan ada beruang madu setiap 3 kilometer persegi area.
“Terakhir tahun kemarin ada mas dari masyarakat Sako Suban, Banyuasin Sumsel (masuk wilayah Hutan Harapan) terjadi korban masuk ke dalam hutan dan kebetulan beruangnya ada anakan sehingga menyerang korban,” ujar Eko.
Pada Agustus 2025 ini dilansir Detik, warga menemukan dua ekor beruang yang diduga berkonflik petani karet di Musi Rawas, Sumatera Selatan, bernama Pujianto (37), hingga kritis.
Akan tetapi, warga tidak berani mendekatinya karena takut diserang. Beruang tersebut ditemukan di Dusun 2, Desa Ciptodadi 2, Kecamatan Sukakarya, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Minggu, 10 Agustus 2025.
Sekdes Ciptodadi 2 Riski mengatakan beruang yang ditemukan oleh warga berjumlah dua ekor yang diduga merupakan anak dan indukan. Beruang tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian penyerangan terhadap Pujianto.
“Beruang lebih sensitif kalau ada anak,” pungkas alumni Fakultas Kehutanan UGM Ini mengingatkan.
Akun instagram Hutan Harapan mengungkapkan, beruang madu memiliki peranan penting dalan penyebar tumbuhan, melalui buah-buahan yang dimakan, beruang madu menelan biji buah dengan utuh, sehingga tidak rusak.
Setelah buang air besar, biji yang ada di dalam kotoran mulai tumbuh. Perilaku mencari makanan yang lain, seperti membongkar sarang rayap di tanah, kayu lapuk dan batang pohon hidup untuk mendapatkan madu, bermanfaat bagi jenis satwa yang lain pula.
Sebagai catatan, Hutan Harapan berdiri sejak 2007 bergerak di bidang restorasi ekosistem (pemulihan lingkungan). Kegiatan yang dilakukan oleh Hutan Harapan sejauh ini adalah pemulihan lingkungan, perlindungan keankeragaman hayati, dan pemanfaatan jasa lingkungan.
"Pulihkan hutan, maka manusia mempunyai masa depan", demikian slogan dari Harapan Hutan yang juga punya komunitas Sahabat Hutan Harapan. Komunitas ini mempunyai platform media sosial untuk promosi dan advokasi terkait isu lingkungan.
Penulis: Irvan Sjafri











