Berita

Terdampak Banjir Bandang, Bangkai Gajah Tertimbun Kayu dan Lumpur di Aceh

01/12/2025|Nadaa
Seekor gajah mati tertimbun lumpur dan kayu yang menerpa Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. | Foto: Irwansyah Putra/Antara

Seekor gajah mati tertimbun lumpur dan kayu yang menerpa Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. | Foto: Irwansyah Putra/Antara

Gardaanimalia.com Bangkai satu ekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) dewasa ditemukan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Gajah tersebut terbenam di dalam tumpukan kayu hutan dan lumpur yang terbawa banjir. Setengah badan gajah terkubur dengan kepala mengarah ke bawah.

Melansir Antara, lokasi pasti dari penemuan bangkai gajah ada di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu (29/11/2025).

Menurut warga, lokasi tersebut merupakan daerah terisolasi pasca-banjir bandang luapan Sungai Meureudu yang hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

"Di desa ini tidak ada gajah. Warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir," ujar Yunus warga Desa Meunasah Lhok.

Hingga Sabtubangkai gajah tersebut masih terjepit di antara material sisa banjir dan mulai mengeluarkan bau busuk.

Yunus juga menjelaskan warga tidak bisa memindahkan bangkai gajah karena kondisi medan yang sulit dan tidak ada peralatan memadai. Ia dan warga juga terseret banjir dari hutan di bagian hulu sungai.

"Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini," tambahnya

Selain keterangan warga, Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri mengatakan telah mendapat informasi terkait penemuan bangkai gajah ditumpukan kayu hutan yang terban banjir bandang tersebut.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah banjir bandang tersebut datang karena kerusakan hutan di daerah hulu.

Meski begitu, Hasan mengakui banyak kayu dari hutan yang hanyut terseret banjir sehingga menimbulkan kerusakan parah terhadap rumah warga, fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah di Pidie Jaya. 

"Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. Insya Allah setelah ini kita akan cek kondisi hutan," katanya.