Gardaaanimalia.com – Seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) berhasil tertangkap oleh camera trap di kawasan hutan Gunung Lawu, Jawa Tengah.
Dari rekaman tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur dapat memastikan macan tutul belum punah di sekitar Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram Balai Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I, terlihat satu ekor macan tutul berjalan santai di depan kamera.
BBKSDA Jawa Timur menjelaskan, pemasangan camera trap bertujuan untuk inventarisasi dan verifikasi potensi keanekaragaman hayati, khususnya satwa target macan tutul.
Sebelumnya, terdapat informasi bahwa ada pendaki yang mengaku melihat macan tutul di jalur pendakian. Mengutip Mongabay, ketua tim koordinator lapangan yang juga Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Tahura Mangkunagoro Dhidhit Suryono menjelaskan, pihaknya merespons informasi itu dengan memasang kamera di lokasi berbeda.
“Pemasangan tidak kami lakukan di titik laporan, karena ingin memastikan hasil observasi optimal. Terutama, menghindari gangguan aktivitas wisata,” jelasnya, Selasa (5/8/2025).
Lokasi rekaman juga sengaja tidak diungkap ke publik untuk mencegah potensi perburuan liar. Kamera dipasang dua minggu penuh dan rekaman didapat sebelum masa observasi berakhir. Ini memperkuat dugaan bahwa macan tutul rutin melintasi area tersebut.
ADM Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu, Adi Nugroho, juga membenarkan adanya macan tutul yang tertangkap kamera hingga viral tersebut.
"Yang memasang camera trap memang pihak BKSDA baik Jawa Timur dan Jawa Tengah karena Gunung Lawu ada di dua wilayah provinsi," ujar Adi dikutip dari detik Jatim, Sabtu (9/8/2025).
Adi juga menjelaskan, tangkapan video tersebut bukanlah penampakan macan tutul yang pertama di kawasan Gunung Lawu.
"Sering juga (macan tutul) tertangkap camera trap milik BKSDA," ungkap Adi.
Macan tutul jawa merupakan satwa prioritas nasional yang dilindungi UU Nomor 32 Tahun 2024 dan masuk Daftar Merah IUCN dengan status terancam (endangered) dan Apendiks I CITES.
Penulis: Nadaa











