Berita

Terulang, Warga Bangka Kehilangan Nyawa karena Konflik Buaya

05/08/2025|Garda Animalia
Evakuasi jenazah korban serangan buaya oleh tim SAR, Minggu (5/8/2025). | Foto: Dokumentasi Polsek Mendo Barat

Evakuasi jenazah korban serangan buaya oleh tim SAR, Minggu (5/8/2025). | Foto: Dokumentasi Polsek Mendo Barat

Gardaanimalia.com - Setelah satu hari dilakukan pencarian oleh tim gabungan, Iskandi ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan luka bekas gigitan buaya di bagian kaki, Minggu (3/8/2025) sekitar pukul 15.15 WIB .

Iskandi (53) adalah warga Desa Payabenua (Payben), Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung yang hilang pada Sabtu (2/8/2025) lalu karena konflik dengan buaya muara (Crocodylus porosus).

Kepala Kantor SAR (Kakansar) Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa jasadnya ditemukan mengapung sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal.

“Pada saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan utuh. Namun, terdapat luka gigitan buaya,” jelasnya, mengutip Bangka Pos.

Sebelum dikabarkan hilang, korban sedang memancing dengan temannya di alur Sungai Menduk menggunakan perahu kecil. Namun, sekitar pukul 21.03 WIB, saat hendak memasang pancing miliknya, tiba-tiba korban diterkam buaya muara dan diseret ke dalam air.

Korban sempat berteriak dan meminta tolong kepada temannya. Teman tersebut sempat melihat korban diseret ke dalam air oleh seekor buaya.

Teman korban lalu bergegas melaporkan kejadian ini ke Kepala Desa Payabenua dan informasi itu diteruskan ke Kansar Pangkalpinang.

Setelah mendapatkan informasi, tim penyelamat berangkat menuju lokasi kejadian di alur Sungai Menduk.

Tim SAR mengerahkan drone thermal untuk mempermudah pencarian korban dan CAPE (Crocodile Attack Protection Equipment)  sebagai pelindung tim dari kemungkinan seragan buaya.

"Info kita terima semalam dan tim Rescue segera kita kirim ke lokasi untuk membantu mencari korban, kita juga melakukan pencarian pada malam hari dengan visual drone thermal," terang Oka, Minggu (3/8/2025) pagi.

Oka mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat berkegiatan di area sungai atau perairan yang diketahui menjadi habitat buaya.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat beraktivitas di wilayah yang rawan. Jika ada kejadian mencurigakan atau darurat, segera laporkan ke pihak berwajib maupun perangkat desa," pungkasnya.


Penulis: Ogi Pratama