Agus: Jangan Sampai Fungsi Rekreasi Mematikan Fungsi Konservasi

  • Share
Gambar sepasang jerapah di Kebun Binatang Surabaya. | Suryanto/Radar Surabaya
Gambar sepasang jerapah di Kebun Binatang Surabaya. | Foto: Suryanto/Radar Surabaya

Gardaanimalia.com – Sebanyak 21 satwa kokeksi Jatim Park dipinjamkan kepada Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) untuk mengembangkan KBS sebagai kawasan konservasi, edukasi dan rekreasi.

Choirul Anwar, Dirut PDTS KBS mengatakan bahwa 21 satwa yang didatangkan dari Taman Satwa Jatim Park, Batu, Malang terdiri dari 8 spesies yang kini menghuni 15 hektare luas kawasan KBS bersama 2.203 koleksi satwa yang terdiri dari 228 jenis lainnya.

Penambahan satwa di KBS tersebut, lanjutnya, menggunakan sistem breeding loan (peminjaman satwa) yang kemudian akan dilakukan perkembangbiakkan terhadap satwa yang tidak berpasangan atau yang belum ada di KBS.

“Jadi lima tahun ini kita perlu untuk konservasi. Karena salah satu misi KBS yakni konservasi, edukasi dan rekreasi. Sehingga kami menjajaki satwa-satwa KBS yang jomblo. Seperti Morits (jerapah jantan KBS) yang kini sudah kedatangan betinanya, Wella,” terang Choirul, Minggu (12/12) dilansir dari Radar Surabaya.

Ia merincikan jenis-jenis satwa yang diterima KBS yaitu jerapah 1 betina, singa afrika 1 betina dan 1 jantan, puma 1 jantan, ringtailed lemur 1 jantan dan 1 betina, rakun 1 jantan dan 1 betina, banded mongoses 3 jantan dan 3 betina, sitatunga 2 jantan, dan mouflon Eropa 2 jantan dan 2 betina.

Selain itu, Choirul menyampaikan bahwa peminjaman satwa itu merupakan kerja sama. Pasalnya KBS juga mengirimkan satwa milik mereka ke Jatim Park sebanyak 19 ekor dari 6 spesies.

Jenis-jenis satwa tersebut, ujarnya, ialah bekantan 2 jantan dan 6 betina, komodo 1 jantan dan 1 betina, babirusa 1 jantan dan 1 betina, celeng goteng 1 jantan dan 1 betina, rusa Bawean 1 jantan dan walabi 4 betina.

“Kami juga mengirimkan satwa KBS ke Jatim Park. Kerja sama peminjaman ini selama dua tahun. Namun apabila dalam fase perkembangannya satwa untuk dikembangbiakkan masih belum membuahkan hasil, akan kami perpanjang lagi (masa) peminjamannya,” ucapnya.

BACA JUGA:
Rumah Satwa Terancam Tambang PT Inmas Abadi

Terkait kerja sama dengan Jatim Park tersebut, Choirul menerangkan bahwa pihaknya pun sudah mengajukan izin ke Kementerian Kehutanan untuk peminjaman satwa. “Yang jelas sesuai kebutuhan, harus sehat dan produktif satwanya,” lanjutnya.

Lain daripada itu, KBS juga akan mendatangkan harimau sumatera hingga harimau gembala dari lembaga konservasi lain. Choirul mengaku bahwa pihaknya akan mengembangkan program night zoo guna memanjakan pengunjung.

“Untuk night zoo kami akan garap paling lambat 2023, karena butuh kesiapan terutama untuk jalur dan sarana kandang satwa yang khusus untuk malam hari,” ujarnya.

Dari situ, ia berharap pemasukan keuangan KBS akan semakin meningkat sebagai BUMD Pemkot Surabaya “Pendapatan KBS sudah mulai merangkak. Sudah naik lumayan signifikan hampir 100 persen dari pendapatan masa pandemi kemarin,” ungkap Choirul.

Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya menyampaikan bahwa semua satwa di KBS saat ini telah memiliki lisensi.

Karena, ujarnya, KBS sudah lama tidak mendatangkan satwa dari lembaga konservasi lain. “Kini sebagai wilayah konservasi sudah jalan, sebab untuk pinjam pakai satwa harus mempunyai lisensi dulu,” ucap Agus.

“Mungkin ke depan akan kita kerja sama (peminjaman satwa) dengan lembaga konservasi lainnya. Selain itu agar semakin kokoh, rencananya juga ada pelepasan satwa liar ke hutan lindung. Tapi ini masih rencana,” imbuhnya.

Menanggapi soal sketsa rencana pengembangan night zoo, Pemkot Surabaya masih akan mengkajinya dengan melibatkan para pakar dari ITS dan Universitas Airlangga.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar jangan sampai fungsi rekreasi mematikan fungsi konservasi, ungkap Agus.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments