Gardaanimalia.com – Satu bayi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah pada Minggu (14/9/2025).
Serah terima dilakukan di Desa Ramban, Kecamatan Mentaya Hilir Utara setelah pihak BKSDA mendapat laporan temuan bayi orangutan dari masyarakat.
Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah menjelaskan, warga bernama Muhammad Hadrianur menemukan primata tersebut pada Kamis (11/9/2025), saat sedang membangun pondok di kebun yang berada di belakang desa.
Saat itu, Hadrianur mendengar suara tangisan yang membuatnya berinisiatif menelusuri sumber suara.
“Bayi orangutan tersebut ditemukan di tepian air tabukan atau galian. Karena kasian, bayi orangutan dibawa saat pulang ke desa,” ujar Muriansyah pada Garda Animalia, Selasa (16/9/2025).
Hadrianur sempat melihat kondisi di sekitar lokasi dan tidak menemukan induk orangutan. Selain kasihan, ia tahu bahwa orangutan termasuk satwa liar yang dilindungi undang-undang dan tidak boleh dipelihara.
“Saat diserahkan ke kami kondisi badan bayi orangutan itu nampak kurus dan sementara dirawat di Pos Sampit, dan sesuai arahan pimpinan Senin ini juga kawan-kawan dari SKW KSDA Wilayah II Pangkalan Bun dan Orangutan Foundation-UK (OF-UK) akan datang menjemput bayi orangutan itu,” jelas Muriansyah.
Mengutip Antara, Muriansyah menuturkan, induk orangutan pada dasarnya tidak akan pernah meninggalkan anaknya dalam situasi apapun. Oleh karenanya, temuan bayi orangutan kali ini terbilang janggal.
Muriansyah pun menambahkan, sering kali dalam proses evakuasi, ketika sang induk akan ditembak bius, naluri pertama yang muncul adalah mendekap anaknya di bagian dada dan memunggungi arah tembakan untuk melindungi anaknya.
“Jadi kalau anaknya sengaja ditinggalkan atau dibuang itu tidak mungkin. Kami menduga bayi orangutan itu terpisah dari induknya karena beberapa kemungkinan, seperti induknya mati karena sakit, terbunuh atau faktor lainnya,” duga Muriansyah.
Tim dari Pangkalan Bun dan OF-UK sampai ke lokasi penjemputan di Sampit pada Senin (15/9/2025) pukul 14.30 WIB dan segera memeriksa kesehatan orangutan.
Satwa endemik Kalimantan tersebut diberi nama Roni, teridentifikasi berjenis kelamin jantan dengan perkiraan usia 8 sampai 10 bulan.
Kondisi fisik Roni dinyatakan sehat, tetapi ia akan melewati pemerikssaan serologi (tes darah untuk mendeteksi penyakit) di Pangkalan Bun pada Selasa (16/9/2025).
Penulis: Nadaa














