Belum Genap Satu Bulan, Bayi Gajah Mulai Dikenalkan ke Wisatawan

  • Share
Bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang lahir di Bali Zoo kini sudah diberi nama. yaitu Lanang. | Foto: Istimewa/Kumparan
Bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang lahir di Bali Zoo kini sudah diberi nama. yaitu Lanang. | Foto: Istimewa/Kumparan

Gardaanimalia.com – Untuk pertama kalinya, seekor bayi gajah sumatera lahir di kebun binatang Bali Zoo yang berlokasi di Kabupaten Anyar, Kamis (17/3) lalu.

Bayi berjenis kelamin jantan tersebut diberi nama Lanang, yang dalam Bahasa Bali berarti lelaki. Nama Lanang sendiri diberikan oleh Anak Agung Gde Lesmana Putra, Direktur Bali Zoo.

“Karena anak gajahnya jantan dan lahirnya di Bali jadi dinamai Lanang artinya lelaki Bali. Nama diberikan oleh Bapak Direktur atau owner kami,” ujar Sales and Marketing Manager Bali Zoo, Putu Agus Setiawan, Kamis (14/4) dilansir dari Detik.

Belum genap satu bulan, tepat pada Kamis (14/4), satwa liar dengan nama ilmiah Elephas maximus sumatrensis tersebut mulai diperkenalkan kepada para pengunjung dan wisatawan.

Meski begitu, pengunjung atau wisatawan yang ingin melihat Lanang disesuaikan dengan kondisi cuaca yakni tidak hujan dan tidak terlalu panas.

“Mulai hari ini pengunjung yang naik bis ke kampung sumatera akan lewat di kandang sosialisasi gajah dan anaknya, terutama di pagi hari, biasanya dibawah jam 12 siang,” jelas Agus.

Dirinya mengatakan, bahwa tidak ada yang istimewa dalam penentuan tanggal pemberian nama bayi gajah sumatera tersebut. Hanya saja, itu bertepatan dengan dikenalkannya Lanang kepada pengunjung atau wisatawan di Bali Zoo.

Menurut penuturannya, kunjungan dari para wisatawan yang ingin melihat Lanang tergantung dari kondisi cuaca. “Tetapi kunjungan tergantung kondisi cuaca. Dikondisikan cuaca karena anak gajahnya masih kecil,” ungkapnya.

Sementara, Ade Diah Savitri, Assistant Kurator Bali Zoo menceritakan, anak gajah sumatera itu lahir dalam kondisi sehat dan memiliki berat lebih kurang 80 kilogram.

Kelahiran Lanang berasal dari perjodohan antara gajah sumatera jantan bernama Budi (34) dan betina bernama Terry (39) yang dilakukan sejak 2017 silam, hingga akhirnya berhasil kawin pada Mei 2019.

BACA JUGA:
Konflik Tak Berujung Antara Gajah Sumatera dengan Masyarakat di Lampung

Menurutnya, kondisi induk dan bayi satwa dilindungi tersebut dalam kondisi sehat, dan kini masih dalam pengawasan yang dilakukan oleh tim dokter.

Selama menyusui, porsi pakan dari induk bayi dinaikkan, terutama kacang kedelai beserta variasi buah-buahan seperti buah naga, pisang dan pepaya. Sang induk juga diberikan vitamin pasca-melahirkan.

Saat ini, kata Ade Diah, kelahiran tersebut turut menambah daftar gajah sumatera yang ada di Bali Zoo menjadi 14 ekor, terdiri dari 13 ekor dewasa dan 1 ekor yang masih bayi.

Lanang, bayi gajah yang lahir di Bali Zoo. | Foto: Istimewa/Kumparan
Lanang, bayi gajah yang lahir di Bali Zoo. | Foto: Istimewa/Kumparan

Dirinya juga menyebut, bahwa sebagai lembaga konservasi, pihaknya wajib ikut serta mengembangbiakkan satwa endemik di Indonesia.

Karena itu, kelahiran bayi gajah tersebut sangat dinantikan oleh pihak Bali Zoo. “Ini merupakan kelahiran gajah pertama di Bali Zoo semenjak Bali Zoo memiliki gajah dari tahun 2011,” ungkapnya.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments