Ditemukan Mati, Bayi Gajah Sumatera Tergeletak di Alur Sungai

  • Share
Satu individu bayi gajah sumatera ditemukan mati di alur sungai di kawasan Gampong Cot Seutui, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh. | Foto: Antara/HO/BKSDA Aceh
Satu individu bayi gajah sumatera ditemukan mati di alur sungai di kawasan Gampong Cot Seutui, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh. | Foto: Antara/HO/BKSDA Aceh

Gardaanimalia.com – Satu individu bayi gajah sumatera ditemukan dalam keadaan menjadi bangkai di alur sungai di kawasan Gampong Cot Seutui, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, Aceh.

Agus Arianto, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengungkapkan bahwa bayi satwa dilindungi tersebut ditemukan mati pada Senin (21/2) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Penemuan bayi gajah mati tersebut berawal patroli mitigasi konflik Tim Unit Respons Konservasi Mila di kawasan Gampong Cot Seutui. Saat patroli, tim menemukan satu individu bangkai bayi gajah,” ujarnya, Rabu (23/2).

Agus menerangkan, hasil pengecekan pada bangkai bayi gajah berjenis kelamin betina tersebut pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti luka tembak, luka tusuk, luka sayat, luka bakar atau trauma lainnya.

Selain itu, bayi satwa dengan nama ilmiah Elephas maximus sumatrensis tersebut diduga mati sesaat setelah dilahirkan induknya di alur sungai.

Hal itu disampaikan oleh Agus lantaran di sekitar bangkai bayi gajah sumatera yang tampak hanya sisa ari-ari, dan tidak ada benda-benda lain yang mencurigakan.

Menurut hasil pemeriksaan tersebut, ujarnya, kematian satwa langka dipastikan bersifat alami. Kemudian, untuk menghindari bau dan kemungkinan ada penyebaran penyakit, bayi gajah pun langsung dikuburkan di lokasi temuan.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa gajah sumatera adalah satwa liar yang dilindungi oleh Undang-Undang. Satwa endemik Pulau Sumatera itu juga diketahui terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Ia juga mengimbau warga untuk sama-sama menjaga kelestarian satwa liar, khususnya gajah sumatera dengan tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya, membunuh, dan praktik lain yang mengakibatkan kematian gajah.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi masyarakat maupun para pihak yang melaporkan serta membantu dan mendukung proses penanganan temuan bangkai gajah liar tersebut,” pungkas Agus.

BACA JUGA:
Polres Majalengka Ungkap Perdagangan Burung Tiong Emas
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments