Berhenti Konsumsi Ikan Belida Jika Tidak Ingin Terjerat Hukum

  • Share
Berhenti Konsumsi Ikan Belida Jika Tidak Ingin Terjerat Hukum
Pelepasliaran ikan balida dan balashark oleh KKP. Foto: Tribun Pontianak/Ferryanto

Gardaanimalia.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan ekor ikan endemik Kalimantan Barat yakni ikan belida dan ikan balashark di Sungai Kapuas. Pelepasliaran yang dilaksanakan pada hari Jumat (5/3) lalu juga dihadiri oleh Sekretaris (Sekjen) KKP, Antam Novambar.

Ratusan ikan tersebut merupakan hasil sitaan atau barang bukti tindak kejahatan. Sebanyak 210 ekor ikan itu terdiri dari 135 ekor ikan belida dan 75 ikan balashark. Keduanya bukan hanya satwa endemik Kalimantan tetapi juga merupakan jenis ikan yang dilindungi.

Kata Novambar, pelepasliaran barang bukti ikan dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri KKP Nomor 1 tahun 2021 tentang jenis ikan yang dilindungi. Ia memaparkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim Balai Riset KKP saat ini populasi ikan belida dan balashark terus menurun.

“Selain menjadi objek konsumsi, kedua ikan itu juga diekspor ke sejumlah negara maju di dunia karena memiliki kandungan protein yang sangat komplit,” imbuhnya.

Baca juga: Masuk Perangkap BKSDA Resor Limapuluh Kota, 1 Macan Dahan Langsung Dilepasliarkan

Melihat kondisi yang demikian, Antam juga meminta agar masyarakat berhenti mengeksploitasi ikan yang menjadi khas Sungai Kapuas tersebut. Ia menyatakan siapa saja yang tidak menaati aturan tersebut, akan dianggap melanggar hukum.

“Jika ke depannya masih ada individu atau kelompok yang tidak mengindahkan, maka dianggap telah melakukan pelanggaran dan akan ada konsekuensi hukum terkait hal itu,” jelas Antam seperti dikutip dari laman Antara.

Namun, Antam juga menyadari bahwa kedua jenis ikan tersebut sangat populer dikonsumsi oleh warga. Permintaan terhadap ikan belida cukup tinggi. Untuk itu, ia menekankan akan memberikan sosialisasi tentang jenis-jenis ikan yang dilindungi sebagai tahap awal.

“Kita akan lakukan secara bertahap. Kita sosialisasikan dulu. Masyarakat kita kan tidak bisa keras ya. Sembari kita akan usahakan untuk mencari alternatif,” jelasnya.

BACA JUGA:
Karantina Amankan Penyelundupan Satwa Dilindungi dan Kucing Anggora
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments