Berita  

Berjalan di Kebun Sawit, Keberadaan Orangutan Dilacak BKSDA

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keberadaan orangutan yang tengah berjalan di kawasan yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit. | Foto: Antara
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan keberadaan orangutan yang tengah berjalan di kawasan yang dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit. | Foto: Antara

Gardaanimalia.com – Dalam sebuah video yang beredar di media sosial tampak seekor orangutan sedang berjalan dengan santai di perkebunan kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah ditelusuri, lokasi kemunculan satwa dilindungi tersebut diketahui berada di Seponti, Kabupaten Kayong Utara. Hal itupun dibenarkan oleh Camat Seponti pada Jumat (11/3).

“Dari cerita beberapa orang katanya begitu, (orangutan muncul) di jembatan Sungai Alam perbatasan antara Desa Sungai Sepeti, Kecamatan Seponti dan PT KAP,” jelas Sapwan Noor, Camat Seponti yang dilansir dari Kayong Pikiran Rakyat.

Sapwan mengatakan bahwa masyarakat sekitar kerap kali menyaksikan satwa endemik Kalimantan tersebut melintas di jembatan perbatasan. “Memang sering warga melihat orangutan sering melintas di jembatan itu,” ujarnya.

Sementara itu, Bharata Sibarani, Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat menyebut pihaknya kini tengah melakukan pengecekan di lapangan terkait adanya orangutan yang masuk ke perkebunan kelapa sawit.

“Tim kami sudah koordinasi dengan pihak perusahaan dan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara kita masih lacak info tadi,” kata Bharata Sibarani, Sabtu (12/3) dikutip dari Antara Kalbar.

Menanggapi informasi tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) pun mengatakan siap melakukan upaya penyelamatan atas dasar kewenangan TNGP dan arahan dari BKSDA.

“Kami menunggu dari KSDA, intinya Tanagupa siap menjadi tempat translokasi orangutan liar, yang sudah melewati prosedur atau langkah-langkah translokasi satwa liar,” terang Bambang Hari Trimarsito, Kepala Seksi I Balai Tanagupa Sukadana.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Tanagupa merupakan kawasan dengan luas hingga 108.043,90 hektare dan termasuk taman nasional yang memiliki ekosistem terlengkap di Indonesia.

Tak hanya itu, Bambang juga menyebut bahwa pihaknya bersama lembaga swadaya masyarakat dan pihak terkait lainnya selama ini menjaga keberadaan satwa dilindungi tersebut, termasuk bekantan di kawasan yang dikelola.

BACA JUGA:
Gakkum KLHK Tangkap Pelaku Perdagangan 24,5 Kg Sisik Trenggiling di Jambi
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments