Berita

Berjarak Puluhan Meter dari Sekolah, Harimau Sumatera Akhirnya Masuk Kandang Jebak

14/08/2026|Andri Mardiansyah
Harimau sumatera masuk kandang jebal dengan pancingan hewan ternak yang telah dimangsa sebelumnya Foto Andri Mardiansyah...

Harimau sumatera masuk kandang jebal dengan pancingan hewan ternak yang telah dimangsa sebelumnya. | Foto: Andri Mardiansyah

Gardaanimalia.com - Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bergerak cepat merespons laporan konflik interaksi negatif antara harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dengan manusia. 

Peristiwa tersebut terjadi di Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu, (12/8/ 2026). Laporan awal diterima BKSDA Sumbar pada Senin, (10/8/2026) sore, terkait dua ekor kambing milik warga setempat yang dimangsa harimau. 

Menanggapi informasi tersebut, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. 

Dari hasil pemeriksaan, satu ekor kambing ditemukan mati di dalam kandang dengan luka gigitan tajam di leher. Sementara satu ekor lainnya ditemukan di semak belukar dan hanya menyisakan bagian kaki depan. 

Kemunculan harimau memicu kecemasan pada warga setempat, apalagi mengingat lokasi konflik berada di area pemukiman padat dan fasilitas publik. Titik kejadian berada sekitar 50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, 100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, serta 150 meter dari Masjid Syukra. 

"Rekam jejak konflik satwa di kawasan tersebut tercatat bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya pada Jumat (31/7/2026) lalu, interaksi negatif serupa sempat dilaporkan warga dengan korban ternak berupa anjing dan kambing," kata Hartono pada Garda Animalia, Kamis (13/8/ 2026)

Mengingat frekuensi perjumpaan yang berulang dan lokasinya yang sangat dekat dengan sekolah, BKSDA Sumbar memutuskan untuk memasang satu unit perangkap jebak pada Selasa, (11/8/2026) sore menjelang malam. 

Langkah tersebut membuahkan hasil cepat. Hanya berselang kurang dari dua jam setelah pemasangan, penjaga sekolah SDN 10 Palimbatan melaporkan bahwa harimau sumatera telah terpancing dan masuk ke dalam perangkap jebak yang dipasang petugas. 

Hartono menambahkan, tim BKSDA Sumbar bersama jajaran TNI dan Polri segera melakukan proses evakuasi dengan pengamanan ketat. 

Penanganan berfokus pada keselamatan masyarakat setempat sekaligus meminimalkan tingkat stres dan risiko cedera pada harimau tersebut. 

"Usai dievakuasi dari lokasi pemukiman, harimau sumatera tersebut langsung dititipkan ke lembaga konservasi terdekat. Satwa ini akan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh serta observasi perilaku oleh tim dokter hewan sebelum menentukan langkah konservasi berikutnya," tutup Hartono.