Menu
Berita

Mencari Makan Hingga Permukiman, Kukang di Kotim Mati Tersengat Listrik

23/09/2026|Nadaa
Kondisi kukang saat pertama kali ditemukan setelah tersengat listrik Foto BKSDA Sampit - Mencari Makan Hingga Permukiman...

Kondisi kukang saat pertama kali ditemukan setelah tersengat listrik. | Foto: BKSDA Sampit

Gardaanimalai.com - Tubuhnya kaku. Ia mati dengan luka terbakar di sejumlah bagian tubuh, akibat tersengat kabel listrik ketika mencari makan hingga ke permukiman warga. 

Seekor kukang (Nycticebus menagensis) ditemukan tidak berdaya usai tersengat kabel listrik di Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Senin (21/9/2026) dini hari, sekitar pukul 00.23. Warga setempat bernama Chairil Anwar mendapati kukang tersebut jatuh terhempas dari tiang listrik. Diduga karena sengatan tersebut tiga rumah warga sekitar mendadak padam. 

"Dari kronologi warga, kukang tersebut jatuh dari tiang dan diduga kuat tersetrum kabel tegangan tinggi. Begitu dapat laporan, kami minta kawan-kawan di lapangan langsung mengamankan dan melarikannya ke dokter hewan," ujar Kepala Resort Sampit BKSDA Kalimantan Tengah, Muriansyah, pada Garda Animalia, Rabu (23/9/2026). 

Mengalami Luka Bakar Parah dan Kelumpuhan 

Karena keterbatasan fasilitas medis BKSDA di wilayah Kotim, kukang tersebut langsung dibawa ke klinik dokter hewan terdekat. 

Hasil pemeriksaan medis memperlihatkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Terdapat luka bakar dalam di bagian dada, lipatan kaki dan tangan, hingga area mulut. Bulu dan jaringan kulit di sekitar ketiak serta dada hangus terbakar. 

Uploaded content
Luka karena sengatan listrik yang cukup parah di lengan hingga perut. | Foto: BKSDA Sampit

"Selain luka bakar, kukang tersebut mengalami kelumpuhan di kedua kaki belakangnya. Tangan depannya masih bisa bergerak, tapi kakinya sudah tidak berfungsi sehingga kalau bergerak harus diseret," jelas Muri. 

Sayangnya, meski telah dilakukan tindakan medis untuk mengobati luka bakarnya, kondisi satwa tersebut terus menurun. Pada Selasa (22/8/2026) sore, kukang tersebut dinyatakan mati. Pihak BKSDA bersama aktivis lingkungan kemudian menguburkan bangkai kukang tersebut pada malam harinya. 

Mencari Makan di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla 

Muri menjelaskan di musim kemarau, satwa liar itu biasanya mendekati ke pemukiman, ladang, ataupun kebun. 

Hal itu dilakukan untuk mencari makan dan minum. Menurut dugaan Muri, insiden ini juga berkaitan dengan musim kemarau dan kemunculan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah Kota Besi. 

“Karena memang faktanya memang sekitar lokasi tadi ada yang terbakar,” ujarnya. 

Muri menambahkan, meski lokasi ditemukannya kukang berada dekat dengan area bekas kebakaran, luka yang diderita murni akibat sengatan listrik kabel telanjang, bukan karena terbakar api karhutla.

Ia juga mengungkapkan, kasus satwa tersengat listrik di Kotim bukan pertama kali terjadi. Selain kukang, satwa liar lain yang cukup sering menjadi korban sengatan listrik di jalur kabel permukiman adalah lutung kelabu (Trachypithecus cristatus). Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke BKSDA jika menemukan satwa liar dilindungi yang masuk ke permukiman atau dalam kondisi terluka agar bisa segera dievakuasi secara tepat.