Gardaanimalia.com - Kemunculan satu individu beruang madu (Helarctos malayanus) kembali meresahkan warga di kawasan permukiman Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Satwa liar dilindungi tersebut dilaporkan terlihat berkeliaran di sekitar perumahan warga pada Selasa (13/1/2026). Setelah laporan diterima, Seksi KSDA Wilayah II Pos Sampit, BKSDA Kalimantan Tengah, melakukan observasi lapangan di lokasi kemunculan beruang.
“Beruang terlihat di jalan masuk Kompleks Perumahan Az-Zahra dan Perumahan Mahardika pada pukul 18.10 WIB dan 23.00 WIB. Satwa ini berjumlah satu ekor dengan ukuran yang cukup besar,” ujar Kepala Pos Sampit, Seksi KSDA Wilayah II, Muriansyah pada Garda Animalia (14/1/2026).
Saat dilakukan observasi, Muriansyah dan tim Seksi KSDA Wilayah II Pos Sampit menemukan tiga lorong yang diduga dilewati beruang di sekitar rumah tersebut.
“Dari keterangan pelapor dan warga, beruang terlihat dua kali. Terlihat pukul 18.10 WIB dan 23.00 WIB. Membuat resah dan takut warga,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan, beruang madu tersebut sebenarnya pernah terpantau sebelumnya, walaupun di lokasi berbeda.
“Pernah. Akhir tahun kemarin. Tapi di lokasi yang berbeda. Tapi tak jauh dari lokasi kemunculan terbaru,” tambahnya.
Meski sejauh ini tidak ada konflik setelah saat kemunculan beruang, Muriansyah dan tim akan melakukan tindak lanjut sebagai langkah pengamanan.
“Ya, berbahaya. Karena [beruang madu] sudah berada di permukiman. Hari ini, Rabu (14/1/2025) akan dilakukan pemasangan satu set perangkap. Kalau berhasil, akan dipindahkan ke tempat yang aman dan nyaman untuk beruang tersebut,” jelasnya.
Selain penanganan di lapangan, KSDA Wilayah II Pos Sampit juga menekankan pentingnya edukasi terhadap masyarakat.
“Kami sering sosialisasi ke warga, masyarakat. Contoh, jangan buang sampah rumah tangga sembarangan, misal ke semak belakang rumah. Karena akan mengundang beruang datang,” jelas Muriansyah.
Selain itu, pihaknya juga selalu mengingatkan warga agar tidak bertindak sendiri jika bertemu satwa liar.
“Kami selalu mengedukasi warga. Misal, kalau ketemu, jangan dikejar dan ditangkap. Segera lapor ke petugas," tutupnya.














