Gardaanimalia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menjelaskan keberadaan gajah jinak untuk membantu membersihkan puing-puing pasca-banjir bandang di Pidie Jaya bukan untuk menggantikan alat berat.
Keterangan ini dikeluarkan Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, setelah langkah tersebut menuai beragam reaksi masyarakat di media sosial.
Ujang berkata bahwa kehadiran gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) hanya di titik-titik tertentu yang sulit dijangkau alat berat.
“Alasan kita turunkan gajah adalah untuk membantu masyarakat yang akses ke rumahnya masih belum memungkinkan untuk dijangkau dan dibersihkan,” kata Ujang kepada Garda Animalia, Rabu (10/12/2025).
Ujang menerangkan, alat berat saat ini difokuskan untuk membersihkan jalan nasional, jembatan, serta akses utama.
Sementara, gajah membantu membersihkan sekitar kampung menuju rumah warga yang aksesnya sempit dan berisiko rusak jika dipaksakan memakai alat berat.
“Kalau kita pakai alat berat ke gang-gang kecil, justru bisa merusak rumah warga,” kata Ujang.
Ia mengatakan, kerja gajah tidak seperti alat berat dan tidak dipaksakan, “Kemuliaan, keselamatan, dan kesejahteraan gajah tetap diutamakan."
Beri Dampak Psikologi Positif dan Rencana Lanjutan
Selain membantu pembersihan, kehadiran gajah ternyata memberi dampak psikologi positif.
“Ada aspek healing. Kita lihat masyarakat, terutama anak-anak, terlihat gembira. Itu penting untuk terapi psikologis mereka setelah bencana,” jelasnya.
Anak-anak di sekitar lokasi tampak senang melihat gajah dari dekat. BKSDA pun merencanakan kegiatan edukasi lanjutan.
“Kami ingin sosialisasi tentang pentingnya menjaga hutan dan habitat gajah. Momen ini juga jadi cara mengajarkan anak-anak untuk mencintai satwa,” kata Ujang.
Lebih lanjut, Ujang menyampaikan bahwa gajah-gajah tidak bekerja seharian penuh.
“Kerja gajah ini juga tidak penuh selama 24 jam. Dalam sehari mereka membantu tiga kali, masing-masing dua jam, lalu dicek kesehatannya, diberi makan, dan diistirahatkan,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh gajah yang diturunkan berada dalam kondisi sehat.
“Dari kemarin dan hari ini tidak ada aktivitas gajah, mereka relaksasi. Tim tetap lanjut kerja sosial membersihkan masjid. Gajah sudah dicek dokter, sehat, dan mendapat suplemen, vitamin, serta anti-tetanus,” tambah Ujang.
BKSDA juga sedang memikirkan cara menjangkau kampung-kampung yang belum bisa diakses kendaraan.
“Kami sedang merencanakan opsi menggunakan gajah untuk suplai bantuan ke titik-titik yang belum terjangkau,” sebutnya.
Ujang menegaskan bahwa dalam situasi bencana seperti ini, prioritas utama adalah kemanusiaan, tetapi tanpa mengabaikan keselamatan satwa.
“Di tengah bencana seperti ini, egois kita jika tidak memikirkan kemanusiaan. Namun, keselamatan satwa tetap jadi prioritas BKSDA,” ujarnya.










