Gardaanimalia.com - Tim gabungan Polda Riau dan Polres Pelalawan berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tanpa kepala di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Informasi ini dikemukakan Kapolda Riau Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan melalui akun Instagramnya, Sabtu (28/2/2026).
Sejauh ini, kepolisian berhasil menangkap dua terduga pelaku beserta beberapa barang bukti berupa gading gajah, senjata api, dan peluru.
Dua terduga pelaku itu berinisial HY atau H yang berperan sebagai pembeli gading gajah, serta ABC alias AL selaku pengirim paket gading gajah ke daerah Jakarta Barat.
Berdasarkan informasi sementara, transaksi ini ditaksir bernilai Rp80 juta rupiah. ABC selaku pengirim gading diketahui menerima upah dari tersangka HY.
Lebih lanjut, Herry menyatakan akan mengumumkan kasus ini secara resmi pada konferensi pers Selasa (3/3/2026) mendatang.
"Insya Allah hari Selasa besok akan kami ekspos terkait kematian atau pembunuhan atau penembakan terhadap gajah ini," katanya pada Sabtu (28/3/2026).
Babak baru dari kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan dengan pendekatan scientific crime investigation.
Dalam proses penyelidikan, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan 40 orang saksi.
"Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api," ujar Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau AKBP Ungkap Siahaan, melansir Liputan6.com.
Potongan logam pertama berdiameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter, sedangkan serpihan lainnya memiliki panjang kurang lebih 6,94 milimeter.
Dua potongan logam tersebut juga positif mengandung timbal, tembaga atau kuningan, serta nitrat mesiu dan residu tembakan.
Berdasarkan keterangan Dokter Hewan BKSDA Aceh, gajah liar berusia sekitar 40 tahun yang mati di area konsesi hutan tanaman industri (HTI) milik PT RAPP itu ditembak pada bagian dahi.
"Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher," ujar Rini, mengutip Antara.
Beberapa bagian depan kepala gajah dipotong menggunakan senjata tajam, termasuk dahi, mata, hidung, dan gading yang hilang. Belalai gajah juga ditemukan dalam keadaan terpisah dari kepala.
"Jadi sebenarnya bukan kepala yang hilang, tetapi dipotong setengah bagian menggunakan senjata tajam untuk mengambil gading," tambah Rini.
Gajah malang yang menjadi korban perburuan ini merupakan gajah liar yang berasal dari kantong gajah Tesso Tenggara.













