Ekspedisi Gunung Sawal Berhasil Rekam 5 Macan Tutul Jawa

Dina Shifana
3 min read
2022-12-21 12:27:54
Iklan
Belum ada deskripsim Lorem ipsum dolor sit amet, corrupti tempore omnis esse rem.



Gardaanimalia.com - Kabar baik datang dari ekspedisi Suaka Margasatwa Gunung Sawal. Lima macan tutul jawa (Panthera pardus melas) berhasil terekam oleh kamera jebak yang dipasang BBKSDA Jawa Barat.

Fakta tersebut disampaikan BKSDA dalam Seminar Hasil Kegiatan Ekspedisi Gunung Sawal yang diadakan di Aula Hotel Priangan, pada Senin (19/12).

Tidak tanggung-tanggung, tim BBKSDA memasang 36 camera trap di 29 stasiun untuk memantau aktivitas satwa dilindungi tersebut.

BBKSDA Jawa Barat juga menggandeng akademisi dari Sekolah Ilmu Teknologi Hayati, ITB, Tim Yayasan Konservasi Cikananga Terpadu, Universitas Siliwangi dan pihak lainnya dalam menjalankan ekspedisi.

Diketahui, ekspedisi berjalan selama dua bulan, yakni sejak September hingga Oktober 2022. Hasil pantauan mengidentifikasi ada 5 ekor Panthera pardus melas yang terekam adalah 2 jantan, 2 betina, serta 1 anak.

"Kalau ada anak berarti hutannya bagus karena macan berkembang biak," ujar kepala BBKSDA Jawa Barat, Irawan Asaad, Senin (19/12) dilansir dari Detik.

Irawan memperkirakan masih terdapat 2 ekor macan lagi di Suaka Margasatwa Gunung Sawal yang belum tertangkap kamera.

Irawan: Populasi Macan Tutul Jawa Tak Berkurang di Gunung Sawal


Mengulas tahun sebelumnya, pada 2016 pihaknya juga mendapati aktivitas 5 ekor macan tutul. Kemudian pada 2019, didapati 4 ekor macan baru dari 18 camera trap yang dipasang selama 3 bulan di 8 titik.

Sehingga total populasi tercatat berjumlah sembilan ekor. Oleh karena itu, Ia menyimpulkan tidak ada penurunan populasi macan tutul jawa dari tahun-tahun sebelumnya di lokasi ini.

"Jadi kamera dipasang di beberapa titik yang diprediksi macan akan muncul dan terekam di Gunung Sawal yang luasnya 10 ribu hektare. Ternyata di beberapa titik tidak muncul. Sehingga yang terekam ada 5 ekor macan," jelasnya.

Irawan melanjutkan, 10 ribu hektare luas kawasan memang ideal untuk lima sampai tujuh ekor macan. Jika lebih dari jumlah itu, maka akan terjadi eliminasi secara alami.

Saat ini kondisi hewan buruan juga cukup melimpah. Dengan itu, bisa dipastikan kondisi macan sehat dan dapat berkembang biak.

Sejumlah satwa lain seperti reptil, amfibi, dan burung tak luput dalam pantauan BBKSDA Jawa Barat.

Dirinya menyebut, pendataan seperti ini sangat diperlukan pihaknya untuk membuat dan menyusun strategi pengelolaan Gunung Sawal.

"Hasil ini akan kita diskusikan dengan Pemda. Mengingat di Gunung Sawal ini tidak hanya suaka margasatwa, tapi ada juga hutan produksi dan hutan masyarakat," pungkas Irawan.

Tags :
satwa liar macan macan tutul jawa hewan dilindungi bbksda jawa barat gunung sawal
Writer: Dina Shifana
Pos Terbaru
Persidangan Ungkap Fakta, 1,2 Ton Sisik Diduga Berasal dari Gudang Polres
Persidangan Ungkap Fakta, 1,2 Ton Sisik Diduga Berasal dari Gudang Polres
Berita
18/04/25
Menyoroti Kaburnya Monyet di BPBD Kabupaten Tangerang dan Pentingnya Kesejahteraan Satwa Liar
Menyoroti Kaburnya Monyet di BPBD Kabupaten Tangerang dan Pentingnya Kesejahteraan Satwa Liar
Berita
18/04/25
Seri Macan Tutul Jawa: Agung Ganthar Kusumanto, Macan Tutul itu Keren!
Seri Macan Tutul Jawa: Agung Ganthar Kusumanto, Macan Tutul itu Keren!
Liputan Khusus
16/04/25
[Infografis] Hiu Tutul dan Kemunculannya di Jawa Timur
[Infografis] Hiu Tutul dan Kemunculannya di Jawa Timur
Berita
16/04/25
Uji Lab Buktikan Keaslian Cula Badak asal Tiongkok yang Disita di Manado
Uji Lab Buktikan Keaslian Cula Badak asal Tiongkok yang Disita di Manado
Berita
16/04/25
Seri Macan Tutul Jawa: Mengamati Macan Tutul dari Prau sampai Sanggabuana
Seri Macan Tutul Jawa: Mengamati Macan Tutul dari Prau sampai Sanggabuana
Liputan Khusus
15/04/25
Hendak Jual Cula Badak dan "Kerupuk Udang", Empat Tersangka Diringkus Polisi
Hendak Jual Cula Badak dan "Kerupuk Udang", Empat Tersangka Diringkus Polisi
Berita
15/04/25
Orangutan Terpotret di Jendela Rumah di Thailand, Polisi Rencanakan Investigasi
Orangutan Terpotret di Jendela Rumah di Thailand, Polisi Rencanakan Investigasi
Berita
14/04/25
Jejak Buaya Muara Pulau Bacan: Didagangkan Hidup-Hidup ke Negeri Singa
Jejak Buaya Muara Pulau Bacan: Didagangkan Hidup-Hidup ke Negeri Singa
Liputan Khusus
14/04/25
Puluhan Anak Penyu Belimbing Dilepas di Pantai Along, Aceh
Puluhan Anak Penyu Belimbing Dilepas di Pantai Along, Aceh
Berita
11/04/25
FATWA: Evolusi Ubur-Ubur di Danau Kakaban
FATWA: Evolusi Ubur-Ubur di Danau Kakaban
Edukasi
11/04/25
Gajah Mati di Sawah Warga, Kabel Listrik Ditemukan di Sekitar Lokasi
Gajah Mati di Sawah Warga, Kabel Listrik Ditemukan di Sekitar Lokasi
Berita
11/04/25
Berkarya dengan Visi: Merekam Kekerasan di Balik Topeng
Berkarya dengan Visi: Merekam Kekerasan di Balik Topeng
Feature
07/04/25
FATWA: Taring Babirusa dapat Membunuh Dirinya Sendiri!
FATWA: Taring Babirusa dapat Membunuh Dirinya Sendiri!
Edukasi
07/04/25
Bangkai Gajah Ditemukan di Perbatasan Kebun Sawit dan TN Gunung Leuser
Bangkai Gajah Ditemukan di Perbatasan Kebun Sawit dan TN Gunung Leuser
Berita
07/04/25
Tiga Opsetan Tanduk Rusa Diamankan saat Arus Balik Mudik
Tiga Opsetan Tanduk Rusa Diamankan saat Arus Balik Mudik
Berita
05/04/25
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu
Seorang Pria Paruh Baya Ditangkap setelah Ketahuan Berdagang Penyu
Berita
26/03/25
Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
Macan Dahan yang Masuk Gudang di OKU sudah Dievakuasi
Berita
26/03/25
Berpacu dengan Kepunahan [3]
Berpacu dengan Kepunahan [3]
Liputan Khusus
25/03/25
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
Ambulans untuk Harimau Sumatera [2]
Liputan Khusus
25/03/25