Berita

Empat Gajah Jinak yang Mengevakuasi Puing Pascabanjir di Pidie Jaya Resmi Dipulangkan

11/12/2025|Mardili
Dua ekor gajah yang sebelumnya dikerahkan untuk membersihkan puing-puing yang terbawa banjir di Pidie dipulangkan ke PLG Saree. | Foto: BKSDA Aceh

Dua ekor gajah yang sebelumnya dikerahkan untuk membersihkan puing-puing yang terbawa banjir di Pidie dipulangkan ke PLG Saree. | Foto: BKSDA Aceh

Gardaanimalia.com - Empat gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang sempat dikerahkan untuk membantu warga terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya kini resmi dipulangkan ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa tugas gajah dalam respons darurat telah selesai.

“Hari ini gajah dipulangkan karena perannya sudah tidak diperlukan lagi. Tugas sudah selesai karena akses sudah mulai terbuka,” kata Ujang, Kamis (11/12/2025).

Sebelumnya, gajah-gajah itu bekerja selama satu hari dengan menyingkirkan material berat, seperti kayu gelondongan dan endapan lumpur yang menutup jalan dan permukiman.

Kehadiran mereka memungkinkan pembersihan dilakukan lebih cepat di titik yang tidak bisa dijangkau alat berat.

BKSDA memastikan pengerahan ini tetap mengutamakan prinsip kesejahteraan satwa. Ujang berkata, setiap individu gajah didampingi mahout, disediakan pakan, air, serta waktu istirahat yang cukup selama berada di lokasi terdampak.

“Kondisi keempat gajah tersebut dalam keadaan sehat,” tambahnya.

Usai dipulangkan, para gajah akan kembali menjalani perawatan dan pemantauan rutin di PLG Saree.

Sementara itu, proses penanganan pascabanjir di Pidie Jaya masih berlangsung dan ditangani oleh pemerintah daerah serta instansi terkait.

Pengerahan Gajah Tuai Kritik

Uploaded content
Pemulangan gajah jinak pada hari ini, Kamis (11/12/2025). | Foto: BKSDA Aceh

Keputusan BKSDA Aceh dalam menerjunkan empat gajah untuk mengevakuasi puing-puing banjir menuai kritik berbagai pihak. Meski demikian, pada Rabu (10/12/2025), BKSDA masih sempat mempertimbangkan gajah untuk membantu suplai ke kampung yang belum terjangkau. Ujang menyebut, langkah ini diambil untuk misi kemanusiaan, tanpa mengabaikan keselamatan satwa.

Sebaliknya, rencana pelibatan gajah untuk mengantar suplai ke kampung-kampung tidak disarankan oleh Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Raden Wisnu Nurcahyo.

“Kalau gajah dikirim lagi ke lokasi yang penuh dengan sisa-sisa kayu, reruntuhan rumah, medan yang sulit dan berbahaya, sebaiknya tidak dilakukan lagi. Gunakan alternatif transportasi lain,” papar Wisnu melalui pesan kepada Garda Animalia, Kamis (11/12/2025).

Wisnu memberikan beberapa catatan tentang jam kerja dan jarak tempuh bagi gajah pekerja.

Menurut guru besar di bidang parasitologi ini, gajah pekerja maksimal bekerja selama lima jam dalam sehari. Akan tetapi, jika gajah belum mendapat pelatihan rutin membawa beban, maka berisiko menyebabkan cedera.

Pada poin ini, jam kerja yang disampaikan oleh BKSDA Aceh sebenarnya sudah melampaui yang semestinya, yaitu tiga kali dua jam dalam sehari. Meskipun kemudian, disebutkan bahwa gajah mendapat waktu relaksasi pada Selasa dan Rabu (9-10 Desember) atau dengan kata lain hanya bekerja pada Senin (8/12/2025).

Wisnu juga menjelaskan gajah latih di pusat latihan dan di alam liar memiliki kemampuan jarak tempuh yang berbeda.

Gajah liar dapat berjalan hingga 16 jam diiringi dengan istirahat makan dan minum, sedangkan gajah di pusat latihan selama ini lebih banyak tinggal di tempat dengan kaki dirantai, sehingga dikhawatirkan tidak terbiasa berjalan jauh.

Dalam siaran langsung Garuda TV, Wisnu menekankan, penggunaan gajah dalam situasi darurat adalah alternatif terakhir dan dilakukan jika sangat-sangat terpaksa.

Ada banyak syarat yang harus dipenuhi jika situasi darurat itu memaksa melibatkan gajah, sebab banyak risiko untuk yang ditanggung sang gajah.

Beberapa risiko yang Wisnu paparkan, antara lain reruntuhan rumah dapat membahayakan gajah, misalnya tertusuk paku yang berpotensi menyebabkan tetanus, serta bangkai ternak yang membusuk dapat menularkan penyakit.