Erupsi Gunung Semeru Ancam Keberadaan Satwa Liar Dilindungi

  • Share
Letusan Semeru berdampak pada kehidupan satwa liar. Salah satu yang terjadi yaitu puluhan kera turun gunung akibat erupsi Gunung Semeru. | Foto: Medcom.id
Letusan Semeru berdampak pada kehidupan satwa liar. Salah satu yang terjadi yaitu puluhan kera turun gunung akibat erupsi Gunung Semeru. | Foto: Medcom.id

Gardaanimalia.com – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (9/12) lalu menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup satwa liar dilindungi yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Rosek Nursahid, Ketua Profauna Indonesia menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan assessment untuk mengetahui dampak erupsi Gunung Semeru bagi keberlangsungan hidup satwa.

“Kami sudah melakukan assessment di lokasi guna mengetahui dampak serius keberlangsungan hidup satwa di sana. Erupsi berdampak pada pergeseran area teritorial dan habitat satwa,” ucap Rosek, Rabu (8/12) dikutip dari Surabaya tribun.

Ia mengungkapkan bahwa keberadaan satwa di suatu wilayah tidak hanya untuk sekadar hidup. Namun keberadaan mereka memiliki dampak positif bagi manusia, salah satunya adalah mitigasi bencana.

“Mereka punya insting alami keluar dari kawasan hutan. Pertanyaannya saat ini, apakah populasi satwanya cukup? Itulah pentingnya menjaga kelestarian satwa tetap berada di hutan memberikan tanda alami mengenai indikator biologis kondisi alam,” terang Rosek Nursahid.

Selain itu, di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), ujar Rosek, ada banyak satwa liar dilindungi yang terancam keberadaannya karena perburuan liar. Satwa yang paling banyak diburu meliputi hewan primata, mamalia hingga burung.

“Perburuan satwa di wilayah Bromo Tengger Semeru cukup tinggi pula. Satwa yang paling banyak diburu adalah kijang, primata monyet dan burung,” pungkasnya.

Yang mana menurut Rosek, bahwa lereng Gunung Semeru merupakan rumah bagi satwa liar, seperti lutung jawa, kijang, rusa, merak hijau, jelarang, elang jawa, elang bido dan satwa lainnya.

Pun, data dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tahun 2015, terdapat 38 jenis satwa liar dilindungi menurut Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, terdiri dari 24 jenis aves, 11 jenis mamalia, 1 jenis reptil dan 2 jenis insekta.

BACA JUGA:
Berantas Perbudakan Hewan, Otoritas Prancis Larang Sirkus Satwa Liar
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments