Lutung Budeng, Sering Diperjualbelikan Hingga Terancam Punah

  • Share
Lutung Budeng, Sering Diperjualbelikan Hingga Terancam Punah
Lutung budeng. Foto: gardaanimalia.com/FAP

Lutung budeng (Trachypithecus auratus)  atau lutung jawa adalah satu di antara primata yang sering dijumpai di forum jual beli online seperti di grup Facebook. Umumnya anakan lutung yang masih berwarna keemasan sering diperdagangkan karena warnanya yang menarik calon pembeli.

Padahal anakan lutung banyak diambil paksa dari indukannya. Hampir dapat dipastikan semua anakan lutung yang dijual di pasaran sudah tak punya ibu lagi, karena pemburu membunuh indukan lutung terlebih dulu agar bisa diambil anakannya. Hal ini membuat populasi lutung semakin lama semakin berkurang di habitatnya.

Meskipun data populasi lutung belum dapat dipastikan, diperkirakan jumlah primata ini tak lebih dari 5000 ekor. Populasinya berkurang pesat karena banyaknya pembukaan lahan, dan perburuan. Lutung hidup di berbagai tipe hutan mulai dari hutan mangrove, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah hingga hutan pegunungan hingga ketinggian 3000-3500 mdpl. Lutung tersebar di berbagai wilayah persebarannya yang terbentang dari Jawa Barat hingga Lombok.

Jenis Lutung Budeng atau Lutung Jawa

Jenis lutung budeng terbagi menjadi sesuai wilayahnya. Lutung budeng Timur (Trachypithecus auratus auratus) yang tersebar dari Jawa Barat bagian timur hingga Jawa Timur, Pulau Sempu, Nusa Barung, Bali dan Lombok. Sementara Lutung Budeng Barat (Trachypithecus auratus mauritius) tersebar di wilayah Banten, dan setengah Jawa Barat bagian Barat : Ujung Kulon, Jasinga, Bogor, Cisalak, Jakarta, Palabuhanratu, Cikaso atau Ciwangi di pedalaman.

Bedanya, beberapa Lutung budeng Timur memiliki warna rambut emas hingga dewasa, sedangkan Lutung budeng Barat hanya memiliki warna keemasan saat masih anakan saja. Ketika dewasa, warna rambut lutung budeng akan berubah menjadi warna hitam pekat, dengan warna putih kekuningan di bagian kelamin pada lutung betina.

BACA JUGA:
Siamang, Owa Terbesar Bersuara Nyaring
Lutung Budeng, Sering Diperjualbelikan Hingga Terancam Punah
Anakan lutung berwarna keemasan sebelum berubah menjadi hitam legam. Foto: Pixabay

Lutung merupakan satwa berkelompok, umumnya pada setiap kelompok terdapat 1-2 ekor lutung jantan dan 5-6 ekor lutung betina. Tetapi, dalam satu kelompok dapat mencapai total 21 individu lutung, tetap dengan 1-2 ekor lutung janta. Banyaknya individu dalam satu kelompok bergantung pada kondisi iklim. Kelompok yang hidup pada iklim kering yang panjang cenderung memiliki jumlah individu yang lebih banyak.

Lutung merupakan satwa diurnal yang aktif berkegiatan di siang hari. Lutung biasa ditemukan di atas pepohonan mencari makanan berupa daun dan bunga. Selain makanan itu, lutung juga memakan buah, dan larva serangga. Secara ekologis, lutung berfungsi sebagai penyebar biji dan memungkinkan munculnya tunas baru dari daun yang mereka petik.

Predator paling utama dari lutung adalah manusia yang biasa memburu mereka untuk makanan dan peliharaan. Diperkirakan predator alaminya adalah Harimau jawa yang sudah punah dan Macan tutul.

Lutung merupakan satwa dilindungi menurut menurut PermenLHK P106 Tahun 2018 tentang Perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar. Lutung ini juga masuk ke dalam status Rentan (Vu, Vulnerable) di daftar merah IUCN dan Appendix 2 di CITES.

Maka dari itu, lutung budeng harus dilestarikan agar tidak punah dikemudian hari. Hentikan perburuan dan perdagangan lutung secara ilegal! Lutung lebih baik hidup di habitatnya daripada di dalam rumah.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments