Gardaanimalia.com - Aksi penyelamatan jaguar terjadi secara menegangkan di Sungai Rio Negro, sebuah aliran sungai yang masih berada di wilayah Amazon, Brasil, pada 1 Oktober 2025 siang hari.
Kanal media Brut dengan nama akun @brutamerica menerangkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Polisi Militer Brasil, ahli dari Federal University, dan Agensi Perlindungan Satwa berupaya untuk menyelamatkan jaguar yang malang itu setelah melihatnya berenang dengan luka di Sungai Rio Negro.
Penyelamatan satwa dengan nama latin Panthera onca yang mengalami luka parah tersebut tidak dilakukan serampangan. Tim gabungan memanfaatkan matras atau pengapung darurat untuk melakukan proses evakuasi dengan hati-hati.
Pada pengapung darurat itu, jaguar berpegangan dan menyusuri sungai untuk menuju darat. Usai berhasil diangkat dari sungai, satwa segera dibawa ke klinik perawatan hewan guna mendapatkan perawatan intensif.
Joana Darc, seorang dokter hewan setempat yang menangani jaguar tersebut menuturkan bahwa satwa malang itu memiliki luka yang diakibatkan oleh tembakan dan giginya dalam kondisi patah. Ditemukan lebih dari 30 serpihan timah bersarang di wajah, kepala dan leher satwa berstatus near threatened ini.
Beruntung, melalui laman Instagram pribadi Joana Darc di @joandarcam, ia mengabarkan bahwa bahwa jaguar dalam kondisi stabil.
Seminggu setelahnya, jaguar dinyatakan masih dirawat dan sedang dalam masa pemulihan.
“Setelah hampir seminggu diselamatkan, lebih dari sebelumnya, dia membutuhkan semua perawatan yang diperlukan sehingga dia bisa pulih secepat mungkin. Kucing ini sangat cantik dan pantas mendapatkan yang terbaik!” tulis Joana, Kamis (9/10/2025).
Dalam waktu dekat, satwa liar itu akan dipindahkan ke ruang yang lebih luas, memungkinkan petugas dapat melacak kondisi fisik, gerakan, dan perilakunya dengan lebih baik.
Sayang, pihak berwenang belum dapat mengidentifikasi siapa pelaku yang menyebabkan luka tembak pada jaguar itu.
Hal ini menjadi sebuah perhatian khusus mengingat fakta bahwa Brasil adalah rumah bagi lebih dari setengah populasi jaguar di dunia.
Tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada satwa liar di Indonesia, satwa liar ini juga menghadapi beberapa ancaman.
Jaguar terancam punah akibat deforestasi, hilangnya habitat, dan konflik dengan manusia, seperti perburuan liar dan perdagangan satwa liar ilegal.
Penulis: Malik Median














