Gardaanimalia.com - Dua ekor owa jawa (Hylobates moloch) berjenis kelamin betina usia 1 tahun 6 bulan dan jantan usia 7 bulan hampir menjadi korban perdagangan satwa liar di Tasikmalaya.
Penangkapan yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota pada Senin (7/7/2025) malam di area SPBU Jalan RTA Prawira Adiningrat, Margaluyu berhasil meringkus pelaku dengan inisial CNB (30).
Sebelumnya, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Moh. Faruk Rozi menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada seseorang yang akan menjual dua ekor satwa owa jawa.
Menanggapi laporan ini, petugas melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti yang cukup. Pria asal Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya berhasil ditangkap dengan barang bukti peti kayu berisi owa betina dan kardus berisi owa jantan.
Faruk juga menerangkan tersangka CNB membeli dua hewan yang dilindungi itu melalui media sosial. Selain itu, tersangka juga pernah beberapa kali menjual kucing hutan.
“Dua ekor satwa ini didapat dari orang berbeda, satu berasal dari Jawa Tengah dan [satu lainnya dari] Karawang (Jawa Barat) dibeli seharga Rp3 juta per ekor, tapi tersangka akan menjual kembali dengan harga sebesar Rp8,5 juta dua ekor,” ujar Faruk Rabu (9/7/2025).
Atas perbuatannya, CN saat ini telah ditahan di ruang tahanan Polres Tasikmalaya Kota. Tersangka CNB dijerat Pasal 40 A dan Pasal 21 UU RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE) dengan ancaman pidana 3 tahun dan paling lama 15 tahun denda sebesar Rp5 miliar.
Sebagai bentuk pengamanan, owa jawa akan dititipkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk sementara sampai siap dilepasliarkan.
Kemudian, satwa rencananya akan dibawa ke pusat rehabilitasi di kawasan Cikole, Lembang.
Melansir Detik Jabar, Aktivis Jaringan Satwa Indonesia, Irma, menjelaskan bahwa owa adalah satwa monogami. Ia sangat setia dengan pasangannya. Jika dipisahkan dari pasangannya, kondisi kesehatan owa dapat menurun hingga mengalami kematian.
Anak dan induk owa juga tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, dalam kasus ini, petugas memberi boneka untuk anak owa yang diselamatkan. Dengan perlakuan ini, anak owa akan mengira boneka itu sebagai induknya.
Penulis: Nadaa














