Gardaaanimalia.com - Kegembiraan menyelimuti Resor Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan dengan kelahiran seekor bayi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus).
Pada Kamis (4/12/2025) dini hari, bayi dari induk gajah bernama Mama Ronika dan pejantan Papa Gapula ini lahir dengan berat 89 kilogram.
Melansir unggahan Instagram Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, kondisi bayi gajah itu sehat, sudah bisa berdiri, dan mulai menyusu secara normal. Proses kelahiran didampingi langsung oleh sang mahout, Bapak Disman.
Selain bayi yang sehat, Mama Ronika sang induk juga tercatat dalam keadaan baik setelah melahirkan. Ia tampak tenang, napas teratur, dan tidak menunjukkan tanda stres. Respons terhadap dokter hewan dan mahout pun normal. Dengan naluri keibuannya, Mama Ronika langsung membimbing bayinya untuk menyusu.
Setelah menyambut kelahiran si bayi gajah, tim dokter hewan akan melakukan beberapa tahapan untuk memastikan kesehatan induk dan bayi terpantau dengan baik.
Bersama mahout, dokter hewan melakukan pemeriksaan awal terhadap suhu tubuh, pernapasan, serta kondisi fisik keduanya segera setelah proses kelahiran selesai.
Selain fisik, mereka juga memastikan ikatan antara induk dan bayi berkembang secara optimal, terutama dalam fase awal menyusu yang sangat krusial bagi pertumbuhan anak gajah.
Tidak hanya gajah, lingkungan sekitar tempat sang induk dan bayi juga akan dibuat aman dan nyaman agar Mama Ronika dan bayinya bisa beradaptasi dengan tenang.
“Pemantauan dilakukan intensif selama 24 jam setiap hari, dengan pencatatan detail terkait perkembangan perilaku maupun kondisi fisiologis keduanya,” tulis BKSDA Sumsel dalam unggahan Instagramnya, Kamis (4/12/2025).
Sebagai tindak lanjut, pemeriksaan kesehatan rutin akan terus dilakukan sesuai standar kesejahteraan satwa.
Sementara itu, kebutuhan nutrisi Mama Ronika dijaga dengan baik untuk mendukung produksi susu dan mempercepat proses pemulihannya pasca-melahirkan.
“Semoga bayi gajah ini tumbuh sehat dan kuat, serta kelak menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian satwa liar di Indonesia,” harapan BKSDA Sumsel.
Kelahiran bayi gajah ini pun disambut bahagia oleh warganet, terlihat dari komentar yang menunjukkan ucapan syukur dan harapan agar bayi gajah ini dapat bertahan hidup.
“Kamu harus survive, ya. Semoga tim @bksda_sumsel sehat-sehat agar bisa menjaga amanah yang sudah dititipkan ini,” tulis akun @ayuvianda dengan tagar #saveelephants #stopdesforestation














