Berita

Konflik Buaya dan Manusia, Satu Lagi Warga Bangka Kehilangan Nyawa

17/09/2025|Garda Animalia
Kapolsek Payung Iptu Marto Sudomo mengecek TKP korban diterkam buaya di persawahan Desa Batu Betumpang. | Foto: Istimewa

Kapolsek Payung Iptu Marto Sudomo mengecek TKP korban diterkam buaya di persawahan Desa Batu Betumpang. | Foto: Istimewa

Gardaanimalia.com - Konflik antara buaya muara (Crocodylus porosus) dan manusia di Kepulauan Bangka Belitung semakin mengkhawatirkan, dengan rata-rata satu korban jiwa setiap bulan.

Terbaru, seorang pria warga Desa Sumber Jaya Permai, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, AK (60), meninggal dunia usai berkonflik dengan buaya di persawahan BPTP Tapang Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (16/9/2025) sekitar pukul 11.42 WIB.

Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto melalui Kapolsek Payung Iptu Marto Sudomo, mengungkapkan kejadian malang itu bermula saat AK hendak mengambil air untuk mengisi tangki semprot. Tiba-tiba, AK disergap buaya muara dan diseret ke dalam air.

"Korban diterkam buaya dari arah kanan, mengenai perut bagian kanan dan langsung diseret masuk ke dalam air," ujar Iptu Marto, mengutip Bangka Pos

Dua rekan korban bernama Daris (58) dan Sanusi (51) yang berada di lokasi bergegas menyelamatkan dengan cara menarik kaki korban. Akibatnya, terjadi aksi tarik menarik antara buaya dan kedua rekan korban selama beberapa menit.

Dengan segala cara kemudian korban berhasil ditarik oleh kedua rekannya,” jelas Iptu Marto.

Korban yang berhasil dievakuasi langsung dilarikan ke Puskesmas Desa Batu Betumpang. Sayangnya, korban sudah dinyatakan meninggal dunia setibanya di Puskesmas.

Diduga korban menghembuskan napas terakhir saat tarik menarik antara buaya dan dua rekan korban. Diketahui, AK mengalami luka robek pada perut bagian kanan akibat kejadian ini.

Saat dievakuasi, ternyata sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.

Dihubungi di lain waktu via telepon, Manajer Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Endi R. Yusuf mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dalam beraktivitas apalagi di tempat yang diperkirakan adalah habitat buaya muara.

Apalagi memasuki musim penghujan seperti sekarang, buaya lebih agresif karena masuk musim kawin dan akan menyerang ketika merasa terganggu. Untuk masyarakat juga [diimbau] menghindari beraktivitas di malam hari apalagi di daerah habitat buaya muara,” pungkas Endi, Selasa (16/9/2025).


Penulis: Ogi Pratama