Landak Jawa Ditemukan Tak Berdaya di Tengah Erupsi Semeru

  • Share
Landak jawa saat dievakuasi oleh BBKSDA Jawa Timur. | Foto: Istimewa/Tribun Jakarta
Landak jawa saat dievakuasi oleh BBKSDA Jawa Timur. | Foto: Istimewa/Tribun Jakarta

Gardaanimalia.com – Seekor landak jawa (Hystrix javanica) terdampak peristiwa erupsi Gunung Semeru ditemukan selamat pada Selasa (7/12) di sekitar halaman warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Saat ditemukan, landak jawa tersebut dalam kondisi tidak berdaya dan langsung diserahkan ke dokter hewan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah 6 Probolinggo, BBKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat, Kamis (9/12).

Penyelamatan landak jawa yang merupakan hasil penyisiran sementara oleh Tim BBKSDA Jawa Timur itu adalah bagian dari upaya evakuasi satwa liar dilindungi yang berada di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru.

Dua regu yang dibentuk tim BBKSDA masing-masing terdiri dari tiga orang dan disebar ke lokasi terdampak erupsi. Selain membantu proses evakuasi satwa, pihaknya juga membantu proses evakuasi warga, lanjutnya.

Mamat Ruhimat mengatakan bahwa timnya belum mengetahui pasti apakah landak jawa itu merupakan peliharaan warga atau memang satwa yang sedang mencari perlindungan di Dusun Curah Kobokan.

Pasalnya, lanjut Mamat, hampir semua hewan yang terdampak lahar Gunung Semeru sudah mati. Termasuk sapi dan satwa lainnya. “Misinya kami bantu evakuasi,” ujarnya dikutip dari Tadatodays.

“Kalaupun secara kebetulan ada di sekitaran aliran material erupsi, kemungkinan mati terkubur, seperti sejumlah hewan ternak sapi dan kambing milik warga lain. Namun, yang ditemukan baru landak jawa saja. Landak jawa ditemukan hidup,” tuturnya.

Sementara itu, Toni Artaka, Kepala Resort Ranu Darungan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berujar bahwa tidak menutup kemungkinan satwa endemik Semeru menjadi korban erupsi.

Namun, ia melanjutkan, pengecekan lebih lanjut belum bisa dilakukan karena masih ada tanda-tanda aktivitas vulkanik serta hawa panas yang masih terasa.

BACA JUGA:
5 Pelaku Perdagangan Sisik Trenggiling Diringkus Tim Gabungan di Sumbar

“Ada kemungkinan satwa yang berada di sekitar aliran lahar turut terpapar awan panas. Tapi kami tak bisa memastikan karena situasinya tak memungkinkan,” ungkap Toni, Kamis (9/12) dilansir dari Liputan 6.

Untuk diketahui, landak jawa merupakan salah satu satwa liar yang bisa ditemukan di area Gunung Semeru. Ia juga termasuk salah satu satwa dilindungi yang tercatat dalam Peraturan Menteri Nomor P. 106 tahun 2018 Tentang Jenis Satwa dan Tumbuhan Dilindungi.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments