Masuki Perkarangan Warga, Seekor Trenggiling Dievakuasi BKSDA

  • Share
Masuki Perkarangan Warga, Seekor Trenggiling Dievakuasi BKSDA
Trenggiling dievakuasi oleh BKSDA Jawa Barat dari kediaman warga di Banten. Foto: Ist

Gardaanimalia.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat Wilayah I Serang evakuasi satwa trenggiling sunda. Satu ekor satwa dilindungi ini diamankan petugas di wilayah Lebak Wangi, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Selasa (22/9/2020).

Kepala BKSDA Jabar Wilayah I Serang, Andre Ginson mengatakan mendapatkan laporan dari salah satu warga ada satwa trenggiling masuk halaman rumahnya. Petugas pun langsung menuju lokasi untuk menangkapnya.

“Kami mendapatkan laporan dari warga ada trenggiling masuk ke halaman depan rumah, dua petugas langsung menangkapnya,” kata Andre.

Andre menjelaskan, trenggiling merupakan satwa langka yang terancam punah karena kerap diperdagangkan secara ilegal khususnya di Indonesia untuk dijadikan bahan obat-obatan.

“Ini memang jenis yg terancam punah, karena diperdagangkan, dijadikan obat-obatan. Dan kami sebelumnya pernah mengamankan pelaku yangg kerap memperdagangkan secara ilegal,” jelasnya.

Saat ditangkap, trenggiling ini masih dalam kondisi sehat karena habitatnya di alam liar memiliki berat 5 Kg berusia 5 tahun.”Kondisi masih sehat, karena habitatnya masih di alam liar, dan didekat rumah ditemukannya trenggiling masih area persawahan dan perkebunan,” tegasnya.

Rencananya, trenggiling ini akan dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam Rawa Danau, Kabupaten Serang.

Baca juga: Peneliti: Sisik Trenggiling Tidak Mengandung Tramadol HCL untuk Bahan Sabu

Trenggiling Bukan Obat

Dari laporan yang dikeluarkan Traffic, Cina dan Vietnam adalah dua pasar konsumen utama untuk satwa trenggiling. Di negara ini satwa trenggiling dimanfaatkan sebagai obat dan bahan makanan. Daging trenggiling umumnya dikonsumsi sebagai makanan eksotis di beberapa wilayah di dunia.

Selain dagingnya, sisik trenggiling banyak dipergunakan sebagai bahan obat-obatan tradisional yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Sisik ini dipercaya dapat menghilangkan rasa nyeri, obat kulit, demam malaria, dan bahkan kanker, meskipun peneliti mengatakan sisik tidak terbukti memiliki kandungan obat.

BACA JUGA:
Dua Ember Kulit Harimau Diserahkan ke BKSDA Bengkulu

Kondisi ini menempatkan trenggiling dalam status Appendiks I yang dikeluarkan oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Perburuan yang marak memasukkan satwa ini ke status Terancam kepunahan/ Critically Endangered (CE) dalam daftar merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam (nama resmi: International Union for Conservation of Nature atau disingkat IUCN).

Satwa bersisik ini juga masuk dalam daftar satwa dilindungi menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P106 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments