Berita

Mengamati Migrasi Burung Pemangsa di Langit Puncak Bogor

04/11/2025|Nadaa
Peserta pengamatan burung mengarahkan kamera berlensa jarak jauh dan binokular untuk mengamati migrasi raptor. | Foto: Burung Indonesia

Peserta pengamatan burung mengarahkan kamera berlensa jarak jauh dan binokular untuk mengamati migrasi raptor. | Foto: Burung Indonesia

Gardaanimalia.com - Pagi hari sekitar pukul 08.00, Kawasan Paralayang diselimuti udara sejuk, meski begitu, sudah ada 43 orang yang datang ke kawasan tersebut untuk mengikut agenda rutin yang diadakan Burung Indonesia, Weekend Birding pada Sabtu (25/10/2025).

Weekend Birding merupakan wadah rekreasi edukatif bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam sambil mengamati burung di habitat alaminya. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya, Weekend Birding kali ini bertema Raptor Migratory Watch 2025, karena bersamaan dengan kegiatan tahunan pengamatan burung migrasi.

“Kenapa temanya fokus burung raptor? Karena kita juga punya kegiatan tahunannya (pengamatan burung migrasi), ya. Dan tahun ini beda karena kita satukan dengan kegiatan bulanan, Weekend Birding,” kata Staf Komunikasi Burung Indonesia Meiliza Laveda kepada Garda Animalia, Rabu (29/10/2025).

Diselenggarakannya kegiatan ini bertujuan memantau populasi dan pola migrasi burung pemangsa (raptor) yang melintasi kawasan selatan Jawa Barat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya konservasi burung pemangsa dan habitatnya.

Melalui kegiatan pengamatan langsung di lapangan, peserta dapat belajar mengenali jenis dan perilaku raptor migran, serta memahami perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Sebelum memulai pengamatan, peserta diberi pengantar oleh fasilitator, mulai dari edukasi penggunaan binokular hingga pemahaman mengenai migrasi burung pemangsa.

“Peserta diajak memahami bagaimana burung-burung pemangsa bermigrasi ribuan kilometer dari Asia Timur menuju kawasan tropis setiap tahunnya, serta tantangan yang mereka hadapi sepanjang perjalanan,” mengutip keterangan di laman Burung Indonesia.

Setelah sesi pengantar, peserta bersama fasilitator melakukan pengamatan. Terlihat peserta mulai mengarahkan pandangannya ke langit. Dibantu dengan dengan binokular, mereka menyaksikan burung-burung raptor yang melintas di atas Perbukitan Puncak. 

“Meskipun burung raptornya jauh, nggak kelihatan mereka tetap antusias, apalagi waktu dikasih tahu fotonya oleh fasilitator kami. Dan kegiatan ini bukan cuma antusias ke burungnya, tetapi juga ke hobi foto,” lanjutnya.

Laveda juga bercerita bagaimana antusiasme peserta yang terdiri dari segala usia, mulai dewasa hingga anak-anak.

Surprisingly mereka waktu di sana nggak bosen, apalagi tempat kali ini pergerakan kita juga nggak banyak, cuma duduk nungguin burung. Tapi mereka sangat antusias, apalagi anak-anak, mereka aktif tanya-tanya,” jelas Laveda.

Burung Indonesia menjelaskan, Kawasan Bukit Paralayang, Puncak Bogor merupakan salah satu titik strategis pengamatan burung raptor di Indonesia. Letaknya yang tinggi dan dikelilingi hutan alami menjadikannya tempat ideal untuk menyaksikan ratusan burung pemangsa mengepakkan sayap di langit.

Dalam kegiatan kali ini, peserta berhasil mengamati beberapa jenis raptor migran, di antaranya sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus), elang-alap nipon (Accipiter gularis), dan elang-alap cina (Accipiter soloensis). Selain itu, ada juga burung raptor penetap (residen), seperti elang-ular bido (Spilornis cheela) dan elang hitam (Ictinaetus malaiensis).

Mengamati Langit Musim Migrasi

Melansir Burung Indonesia, setiap tahunnya, ribuan burung raptor bermigrasi dari daerah asalnya, seperti Cina, Jepang, dan Siberia menuju kawasan tropis untuk mencari habitat yang lebih hangat.

Diperkirakan sekitar satu juta burung raptor melintasi koridor Jalur Terbang Asia Timur–Australasia (East Asian–Australasian Flyway) yang membentang lebih dari 7.000 kilometer. Beberapa spesies dari Asia Timur menempuh dua rute utama, yaitu East Asian Continental Flyway (EACF) yang melalui Thailand, Malaysia, hingga Indonesia, dan East Asian Oceanic Flyway (EAOF) yang melalui Filipina.

Berada tepat di garis khatulistiwa dan diapit dua belahan bumi, Indonesia menjadi wilayah strategis bagi burung migran untuk beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan ke selatan.

Burung raptor memegang peran penting sebagai predator puncak dalam rantai makanan. Kehadiran mereka menjadi indikator ekosistem yang sehat karena mampu mengendalikan populasi mangsa dan menjaga keseimbangan komunitas alami.

Sayangnya, populasi burung migran kini menghadapi berbagai ancaman. Perubahan fungsi lahan menjadi pertanian dan industri, pembangunan gedung tinggi, serta berkurangnya kawasan hutan menjadi faktor utama yang menghambat perjalanan migrasi mereka. Tak jarang, burung migran tewas karena kelelahan atau menabrak bangunan di tengah perjalanan panjangnya.