Gardaanimalia.com – Monyet resus (Macaca mulatta) merupakan salah satu satwa yang biasa digunakan dalam praktik dan penelitian biomedis. Kedekatan genetik dengan manusia menyebabkan banyak penelitian penyakit dan pengembangan pengobatan menggunakan monyet sebagai objek uji coba.
Namun, kejadian tak biasa datang dari wilayah utara Heidelberg, Mississippi. Sekelompok monyet milik Universitas Tulane kabur dari sebuah truk saat mengalami kecelakaan di jalan raya Interstate 59, tepat di sekitar penanda mil ke-117. Diketahui truk itu membawa monyet resus, yang biasanya memiliki berat sekitar 16 pon atau 7,7 kilogram, Selasa (28/10/2025).
Insiden ini memicu respons dari beberapa lembaga-lembaga penegak hukum dan petugas darurat. Karena primata-primata ini diduga membawa virus berbahaya, Departemen Sheriff Jasper County langsung menutup area sekitar, mengantisipasi potensi bahaya karena sempat beredar kabar bahwa primata-primata tersebut agresif dan membawa virus herpes, Covid-19, dan hepatitis C.
Menanggapi dugaan dari pihak berwenang, pihak Universitas Tulane membantah tuduhan tersebut.
“Primata yang dimaksud berasal dari entitas lain dan tidak menular. Kami secara aktif bekerja sama dengan otoritas setempat dan akan mengirimkan tim ahli perawatan hewan untuk membantu sesuai kebutuhan,” tulis Universitas Tulane dalam akun X-nya, Rabu (29/10/2025).
Selain itu, Asisten Wakil Presiden untuk Berita dan Hubungan Media Universitas Tulane Mike Strecker juga menegaskan informasi tersebut adalah rumor yang disebarkan tanpa dasar oleh pejabat lokal.
“Kami telah memastikan bahwa tidak ada primata yang terinfeksi penyakit apa pun. Berita bahwa mereka membawa Covid-19 atau herpes itu tidak benar,” katanya, mengutip Mississippi Free Press.
Meski begitu, aparat tetap meminta warga sekitar untuk menjauh dari lokasi kejadian dan segera menghubungi layanan darurat 911 jika menemukan salah satu hewan tersebut.
Penanganan Terhadap Monyet
Lebih lanjut, kantor Sheriff Jasper County menyebut sebagian besar monyet masih berada di dalam truk, tetapi beberapa berhasil keluar dari kandang.
Petugas operator yang ada di lokasi mengatakan sedikitnya lima ekor berhasil lolos, empat di antaranya ditemukan dan terpaksa ditembak untuk keamanan.
“Kami diberi tahu bahwa hewan-hewan itu bisa bersikap agresif terhadap manusia,” ujar salah satu petugas pengawas kepada Mississippi Free Press.
Sebelumnya, Universitas Tulane dikabarkan akan menurunkan tim khusus untuk mengevakuasi monyet-monyet tersebut. Meski begitu karena keterbatasan peralatan pelindung di pihak kepolisian lokal, area kecelakaan dijaga ketat sepanjang malam.
Adanya insiden ini kembali memunculkan perdebatan tentang keamanan transportasi hewan laboratorium serta standar pengawasan riset di Amerika Serikat.











