Penangkap Penyu Berhasil Diringkus Polairud Polda NTT

  • Share
Ilustrasi penyu | Foto: Pixabay
Ilustrasi penyu | Foto: Pixabay

Gardaanimalia.com – Seorang nelayan asal Flores Timur berhasil diringkus Direktorat Polairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) atas dugaan penangkapan penyu yang merupakan satwa dilindungi di Pantai Oa, Flores Timur.

Pelaku berinisial BDS (41) ditangkap di kediamannya pada Selasa (09/11).

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B, mengungkapkan saat ini pelaku sedang diamankan di Markas Polres Flores Timur.

Krisna mengatakan, personel Ditpolairud Polda NTT mendapat informasi dari seorang warga bahwa terdapat penangkapan satwa dilindungi oleh nelayan di Pantai Oa.

“Jadi anggota kita mendapatkan informasi dari masyarakat di sekitar Pantai Oa, ada warga yang menangkap penyu yang dilindungi di pesisir pantai,” ungkap Krisna, dilansir dari antaranews.

Kemudian anggota tersebut segera menuju Pantai Oa dan memeriksa sejumlah nelayan di sana. Berdasarkan informasi warga, diketahui BDS sebagai pelaku penangkapan penyu.

Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya, ungkap Krisna. Dari interogasi yang dilakukan petugas, diketahui bahwa hewan langka yang ditangkap tersebut akan dijual di pasar.

Krisna melanjutkan, bahwa BDS menangkap satwa langka itu dengan menggunakan pukat atau jaring, dan menyembunyikan sejumlah dua ekor hasil tangkapan dalam tumpukan pukat yang digunakan.

Kemudian, petugas pun mengamankan barang bukti yang terdiri dari dua penyu dan satu pukat.

Untuk mengidentifikasi jenis penyu, Ditpolairud Polda NTT  berkordinasi bersama BBKSDA NTT Cabang Dinas Maumere.

“Atas perbuatan pelaku diancam dengan Pasal 40 Ayat (2) Junto Lasal 21Ayat (2) huruf b UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem,” jelas Krisna yang dilansir dari kompas.

BACA JUGA:
Gakkum KLHK Kalimantan Menggerebek Penampungan Burung
  • Share
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments