Berita

Puluhan Piton Ditemukan di Danau Buyan Bali, BKSDA: Predator Alami Berkurang

10/07/2025|Garda Animalia
Evakuasi ular piton yang muncul di sekitar Danau Buyan. | Foto: BKSDA Bali

Evakuasi ular piton yang muncul di sekitar Danau Buyan. | Foto: BKSDA Bali

Gardaanimalia.com - Keresahan warga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng muncul ketika puluhan ular piton (Malayopython reticulatus) ditemukan oleh warga di sekitar Danau Buyan.

Dilansir dari Baliberkarya.com, warga sekitar telah menemukan lebih dari 20 ekor piton dalam sebulan terakhir, bahkan hampir 15 ekor ditemukan dalam kondisi mati di pinggiran danau.

Fenomena ini pun memunculkan dugaan dari masyarakat sekitar adanya pelepasliaran oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali tanpa ada sosialisasi dan kajian yang memadai.

Menjawab dugaan dan keresahan ini, BKSDA Bali melakukan pengecekan dan evakuasi apabila masih ditemukan ular piton di kawasan Desa Pancasari pada Minggu (6/7/2025).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono menjelaskan pihak BKSDA Bali tidak pernah melakukan pelepasan ular di kawasan Danau Buyan maupun Tamblingan.

“Balai KSDA Bali pernah melakukan pelepasliaran ular piton di Cagar Alam Batukau yang jauh dari rumah warga, karena fungsi daripada Cagar Alam Batukau sebagai kawasan perlindungan keanekaragaman hayati baik flora dan fauna,” ujar Sumarsono dalam siaran pers yang dipublikasikan pada, Senin (7/7/2025).

Sumarsono juga menyampaikan bahwa Taman Wisata Alam Danau Buyan Danau Tamblingan merupakan kawasan konservasi yang unik dengan keberadaan danau kembar, yaitu Danau Buyan dan Danau Tamblingan yang mengandung keanekaragaman hayati tinggi baik flora maupun fauna, salah satunya ular piton.

“Khusus habitat yang banyak terdapat ular piton berada di wilayah Telaga Aya yang terletak di antara Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Meningkatnya populasi ular piton juga disebabkan predator utamanya, yakni elang dan biawak, populasinya berkurang di alam,” jelasnya.

Terkait laporan warga mengenai temuan puluhan ular piton, Sumarsono menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari di wilayah TWA Danau Buyan Danau Tamblingan menjadi salah satu pemicu ular-ular keluar habitatnya.

BKSDA Bali juga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Desa Pancasari atas kejadian ini dan akan selalu berkoordinasi dengan warga terkait upaya penanggulangan ular piton masuk ke wilayah Desa Pancasari.

Terakhir, ia menyampaikan, apabila masyarakat Bali menemukan satwa liar, baik dilindungi maupun tidak dilindungi, atau ada konflik satwa liar, BKSDA Bali menganjurkan untuk menghubungi Call Center melalui nomor 081246966767.


Penulis: Nadaa