Berita

Hiu Paus Dengan Bobot 1,5 Ton Mati Terdampar di Batukaras

06/08/2026|Atika Byputri
Proses penguburan Hiu paus Rhincodon typus yang mati terdampar di Pantai Sanghiang Kalang Batukaras dengan bantuan alat be...

Proses penguburan Hiu paus (Rhincodon typus) yang mati terdampar di Pantai Sanghiang Kalang, Batukaras dengan bantuan alat berat. |Foto:Agus Kusnadi

Gardaanimalia.com- Warga dikejutkan dengan penemuan seekor hiu paus (Rhincodon typus) yang terdampar di Pantai Sanghiang Kalang, Batukaras, Kabupaten Pangandaran pada Senin (3/8/2026) malam.

Mulanya, satwa air tersebut terlihat berenang sangat dekat dengan garis pantai. Keberadaannya diduga karena tengah mengejar kawanan ikan kecil hingga akhirnya terdampar. 

Mengutip Pikiran Rakyat, kemunculan ikan yang dikenal masyarakat degan nama ikan persong atu naga binatang ini bukanlah fenomena asing. Masyarakat sekitar percaya kemunculannya pada musim kemarau dipercaya sebagai tanda melimpahnya ikan di laut sekitar. 

Deni Sugia selaku Petugas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementrian Kelautan dan Perikanan mengatakan, pihaknya menerima laporan hiu paus tersebut pertama kali terdampar sekitar pukul 20.00 di kawasan Pantai Sanghiang Kalang. Setelahnya, petugas bersama nelayan berupaya menyelamatkan hiu paus dengan mengembalikannya ke laut. 

“Upaya penyelamatan sudah dilakukan bersama nelayan tetapi karena air laut surut, hiu paus tidak bisa kembali ke laut. Sekitar tengah malam satwa tersebut akhirnya mati,” ungkapnya pada Selasa (4/8/2026).

Setelah hiu paus dipastikan mati pada pukul 12.00 malam, petugas PSDKP bersama pihak lainnya tetap berjaga di sekitar lokasi hingga pagi hari. 

Upaya tersebut dilakukan demi mengantisipasi adanya warga yang mendekat atau mencoba mengambil bagian tubuh satwa dilindungi tersebut. Pasalnya peristiwa ini sempat menarik perhatian warga dan berdatangan menuju lokasi untuk melihat hiu paus dari dekat.

Berdasarkan hasil pengukuran sementara, bangkai hiu paus tersebut memiliki panjang sekitar 5 meter dengan bobot diperkirakan 1,5 ton.  

Bangkai satwa langka raksasa tersebut dievakuasi menggunakan alat berat dari bibir pantai, untuk dikuburkan di sekitar lokasi guna tidak menimbulkan pencemaran lingkungan ataupun mengganggu aktivitas masyarakat. 

Ukuran tubuh yang besar menjadi kendala dalam proses evakuasi dikarenakan kondisi air laut kian mengalami penyusutan. 

Hiu paus sendiri merupakan spesies hiu terbesar di dunia, satwa ini dikenal ramah dan dapat menjelajahi berbagai belahan dunia dalam migrasinya. 

Sayangnya spesies ini cukup rentan dan populasinya kian menurun.

Status konservasinya pun masuk dalam kategori dilindungi penuh secara nasional sesuai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.18/KEPMEN-KP/2013, dan masuk kategori Terancam Punah (Endangereddalam Daftar Merah IUCN.