Berita

Sering Masuk Kawasan Penduduk, Beruang Madu Diduga Lapar

544
×

Sering Masuk Kawasan Penduduk, Beruang Madu Diduga Lapar

Share this article
Seekor beruang madu berkeliaran di sebuah perkebunan sawit Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur. | Foto: BKSDA Pos Sampit/Garda Animalia
Seekor beruang madu berkeliaran di sebuah perkebunan sawit Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur. | Foto: BKSDA Pos Sampit/Garda Animalia

Gardaanimalia.com – Beruang madu berkeliaran di kebun sawit dan permukiman Desa Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Kemunculan satwa liar ini terekam dalam dua video yang diterima oleh Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah.

pariwara
usap untuk melanjutkan

Video pertama menunjukkan seekor beruang berjalan di area perkebunan sawit. Muriansyah mendapatkan rekaman tersebut pada Senin (17/7/2023) pekan lalu.

Pelapor adalah Nopti, seorang anggota Pos Polisi (Pospol) Polsek Sungai Sampit. Mengambil tindakan, BKSDA pun berkoordinasi dengan pelapor yang bertugas di desa tersebut.

“Meminta bantuan pihak Pospol untuk memberikan arahan dan imbauan kepada warga desa untuk berhati-hati beraktivitas,” ujarnya kepada Garda Animalia, Senin (24/7/2023).

Muriansyah tekankan masyarakat waspada, khususnya saat beraktivitas pada malam hari. BKSDA Pos Sampit juga telah melakukan pemantauan pergerakan beruang melalui kontak telepon dengan anggota Pospol.

“Info terakhir, beruang tidak terlihat lagi di lokasi,” lanjut Muriansyah.

Selain di Persawitan, Beruang Madu Muncul Dekat Permukiman

Video kedua diterima oleh Muriansyah dari pelapor atas nama Arianto, Minggu (23/7/2023). Pada video, terlihat seekor beruang madu berada di balik pepohonan yang dekat dengan satu rumah warga.

Lokasi kejadian masih berada di Desa Natai Baru, sekitar dua kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Sampit.

Muriansyah mengatakan, menurut pelapor beruang memang sudah sering masuk ke permukiman penduduk. “Dugaan saya, untuk mencari makan,” kata Muriansyah.

Tim Gabungan Usir Harimau Sumatera di Solok Selatan

Dirinya juga telah melakukan koordinasi kepada pihak perusahaan sawit tempat mamalia berambut hitam itu berkeliaran.

Namun, pihak humas perusahaan tidak membenarkan keberadaan beruang di lokasi mereka. Untuk itu, BKSDA akan segera melakukan pengecekan ke dua lokasi kemunculan satwa tersebut.

Perlu diketahui, Helarctos malayanus termasuk satwa yang dilindungi dalam Permen LHK Nomor P.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan beruang madu sebagai spesies rentan (vulnerable).
Ancaman utama terhadap spesies beruang terkecil di dunia ini berupa deforestasi dan perburuan.

votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments