Gardaanimalia.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Polres Kabupaten Kepulauan Anambas (Satpolairud) sukses menyelamatkan 671 butir telur penyu dari perdagangan ilegal.
Penggagalan ini berhasil dilakukan berkat operasi yang dilakukan selama tiga hari di wilayah Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan sekitarnya.
Tim gabungan mulanya menggelar operasi di Pulau Durai, lokasi penting peneluran penyu di Anambas, untuk memetakan titik rawan pencurian dan mengumpulkan informasi penanganan.
Tim gabungan pun sudah menyita 671 telur penyu dan menyerahkan terduga pelaku ke kepolisian untuk pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, KKP, Sarmintohadi menegaskan bahwa penyu adalah satwa yang dilindungi oleh hukum nasional dan konvensi internasional CITES.
“Penyu memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penegakan hukum atas pelanggaran perdagangan satwa dilindungi merupakan bukti komitmen KKP melindungi penyu di wilayah perairan Indonesia,” terangnya dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Selain itu, Tim Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru juga menerima informasi empat ekor penyu yang dipelihara di area resort di dalam kawasan konservasi.
Empat penyu tersebut kemudian dilepasliarkan ke laut usai koordinasi yang dilakukan tim dengan pihak pengelola resort.
Pelepasliaran ini menjadi bukti upaya penyelamatan satwa dilindungi dan wujud komitmen kolaborasi triple helix di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LKKPN Pekanbaru, Rahmad Hidayat, menyampaikan pentingnya koordinasi antar-pihak untuk perlindungan penyu.
"Dengan dukungan masyarakat, kepolisian, dan instansi terkait, kami optimis Anambas bisa menjadi percontohan kawasan wisata bahari berkelanjutan sekaligus ramah satwa dilindungi,” ujarnya.
Penulis: Bayu Nanda







![Kota yang Membelai dan Mengusir: Zoonosis dan Relasi Manusia–Hewan yang Berubah di Kota Besar [Bagian 1]](https://api.gardaanimalia.com/images/articles/kota-yang-membelai-dan-mengusir-zoonosis-dan-relasi-manusia-hewan-yang-berubah-di-kota-besar-bagian-1.webp)





