Gardaanimalia.com - Seekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan terjerat jebakan babi di Bukit Koto Tabang, Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, pada Sabtu (22/11/2025).
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri, membenarkan temuan tersebut.
"Iya benar, kita mendapatkan laporan tadi siang, harimau tersebut terkena jerat babi yang berada di dekat perkebunan warga," ujarnya, dilansir dari Kita Punya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pemilik lahan, Erianto, sekitar pukul 12.30 WIB. Memahami bahwa harimau adalah satwa dilindungi, Erianto segera melaporkannya kepada Wali Jorong Batu Gadang, dan informasi itu diteruskan kepada petugas BKSDA Sumatera Barat serta Kapolsek Palupuh.
Menindaklanjuti, tim dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) II Maninjau bersama Polres Bukittinggi, Polsek Palupuh, Koramil 12 Palupuh, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari), dan mahasiswa Kehutanan Universitas Riau langsung menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi sekitar pujul 15.30 WIB, petugas menemukan anak harimau dalam keadaan hidup terjerat pada bagian leher, badan, perut, dan kaki kanan sehingga tidak dapat melepaskan diri.
Proses evakuasi dilakukan dengan pembiusan oleh Tim Medis BKSDA Sumbar dan Tim Medis Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMBK) Bukittinggi.
BKSDA menjelaskan bahwa satwa dilindungi berjenis kelamin betina itu diperkirakan berusia 10–12 bulan.
Setelah bius bekerja, harimau berhasil dilepas dari jeratan dan dievakuasi ke TMBK Bukittinggi untuk observasi lanjutan.
Proses pelepasan harimau dari jerat selesai sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala BKSDA Sumatera Barat, Hartono, mengatakan kondisi kesehatan harimau relatif stabil.
"Kesehatannya tidak ada masalah serius. Dia sehat dan makannya juga normal. Tim tetap memantau," jelasnya, dikutip dari sumbar kita.
Hartono menduga induk dari harimau itu masih berada di sekitar kawasan.
"Kami sedang memantau hal tersebut. Kami meminta masyarakat berhati-hati, karena induknya bisa saja mencari anaknya di sekitar lokasi," katanya.
Pihaknya mengimbau warga agar tidak memasang jerat babi yang berpotensi membahayakan satwa dilindungi.
Warga juga diminta segera berkoordinasi dengan BKSDA setempat apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman.















