Gardaanimalia.com - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali terlihat di wilayah Aceh Timur dan terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.
Kemunculan satwa dilindungi itu terjadi di Kabupaten Aceh Timur.
Dalam video tersebut, tampak seorang laki-laki sedang berjalan di jalan setapak dengan semak di sisi kiri dan kanannya.
Sekonyong-konyong, seekor harimau muncul dari sisi kiri dan berhadapan dengan pria tersebut hanya dalam jarak beberapa meter.
Harimau terlihat bergerak mendekat sebelum akhirnya memutuskan berbalik ke arah semak-semak.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah mitigasi sejak beberapa hari terakhir.
“Iya, sudah berhari-hari tim di lokasi dan sudah dipasang box trapped. Sekarang kita masih menunggu harimaunya masuk box trapped,” kata Ujang saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
Ujang menjelaskan bahwa titik kemunculan harimau berada cukup jauh dari kawasan hutan terdekat.
“Terkait lokasi, jarak terdekat dari kawasan hutan produksi sekitar 6 kilometer,” ungkapnya.
BKSDA Aceh masih melakukan pemantauan dan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di sekitar lokasi kemunculan harimau serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.
Penting diketahui bahwa harimau sumatera adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Satwa ini berstatus sangat terancam punah (critically endangered) dalam IUCN Red List.
Pertemuan dengan harimau seperti yang terjadi di Aceh Timur bisa saja terjadi, khususnya pada masyarakat yang tinggal di dekat habitat satwa.
Lantas, apa yang harus dilakukan jika bertemu harimau?
Kita diharuskan untuk tenang dan tidak lari begitu saja. Sebab, berlari dapat memicu insting harimau untuk mengejar bahkan menerkam.
Dianjurkan mundur perlahan dengan tetap menghadap harimau. Jika berbalik badan, maka harimau justru dapat mengincar leher manusia untuk diterkam.
Segera cari tongkat atau kayu panjang di sekitar lokasi sambil tetap mundur perlahan. Setelah berjarak cukup jauh, barulah cari tempat yang lebih aman dan melaporkan peristiwa itu ke BKSDA setempat.










